OpenAI Luncurkan ChatGPT Health untuk Diskusi Kesehatan
OpenAI meluncurkan fitur ChatGPT helath yang ditujukan untuk berdiskusi secara khusus tentang kesehatan di ChatGPT.
ChatGPT Health. dok. OpenAI
OpenAI meluncurkan fitur baru bernama ChatGPT Health yang menyediakan ruang khusus bagi pengguna untuk berdiskusi mengenai kesehatan.
OpenAI mengungkapkan topik kesehatan dan kebugaran menjadi salah satu pembahasan paling dominan di ChatGPT.
Setiap pekan, lebih dari 230 juta pengguna memanfaatkan platform tersebut untuk mengajukan pertanyaan terkait isu kesehatan.
Melalui ChatGPT Health, percakapan kesehatan dipisahkan dari obrolan umum pengguna. Percakapan tersebut dipisahkan agar konteks kesehatan pengguna tidak tercampur dengan topik lain.
- Hewan Peliharaan Kini Juga Bisa Miliki Perangkat Teknologi Berbasis AI
- Nvidia Perkenalkan Chip AI Vera Rubin, Klaim 5 Kali Lebih Bertenaga dari Generasi Sebelumnya
- Investor Prediksi AI Akan Pangkas Tenaga Kerja pada 2026, Makin Sulit Dapat Kerja?
- AI dan Otomatisasi Diprediksi Jadi Penopang Operasional Cerdas Pelaku Industri di 2026
Jika pengguna membahas topik kesehatan di luar menu Health, sistem akan mengarahkan mereka untuk berpindah ke ruang khusus tersebut.
Meski terpisah, ChatGPT Health tetap dapat memanfaatkan konteks dari interaksi pengguna sebelumnya.
Sebagai contoh, apabila pengguna pernah berdiskusi tentang rencana latihan maraton, ChatGPT akan memahami latar belakang tersebut saat pengguna membicarakan target kebugaran di ruang Health.
Fitur ini juga memungkinkan integrasi dengan data pribadi dan catatan kesehatan dari aplikasi kebugaran seperti Apple Health, Function, dan MyFitnessPal.
Namun, OpenAI menegaskan percakapan dalam ChatGPT Health tidak digunakan untuk melatih model kecerdasan buatan mereka.
CEO of Applications OpenAI Fidji Simo dalam sebuah unggahan blog mengatakan ChatGPT Health dihadirkan sebagai respons atas berbagai tantangan dalam sistem layanan kesehatan, seperti tingginya biaya, keterbatasan akses, beban kerja tenaga medis, serta kurangnya kesinambungan perawatan pasien.
Di sisi lain, penggunaan chatbot berbasis kecerdasan buatan untuk isu medis masih menyimpan risiko. Model bahasa besar (large language models/LLM) seperti ChatGPT bekerja dengan memprediksi jawaban yang paling mungkin, bukan memastikan kebenaran secara mutlak.
Selain itu, AI juga berpotensi menghasilkan informasi yang keliru.
Dalam ketentuan layanannya, OpenAI menegaskan ChatGPT “tidak dimaksudkan untuk digunakan dalam diagnosis atau pengobatan kondisi kesehatan apa pun.”









