×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

EGGM Gabungkan Teknologi Digital Dengan Aksi Nyata Ekonomi Hijau Dan Ekonomi Sirkular

Oleh: Tek ID - Minggu, 01 Maret 2026 07:12

EGGM resmi diluncurkan, target tanam 600 ribu pohon dan distribusi 3 juta telur lewat ekosistem ESG berbasis teknologi.

EGGM Gabungkan Teknologi Digital & Aksi Nyata Ekonomi Hijau Soft launch EggMpire Toke (EEGM). dok. EGGM

PT Eggmpire Bumi Lestari bersama PT Eggcologic Bumi Lestari dan Yayasan Equator Bumi Lestari melakukan peluncuran awal (soft launch) EggMpire Token (EGGM) di Jakarta. 

Ekosistem ini menggabungkan teknologi digital dengan aksi nyata di bidang reforestasi dan distribusi pangan bergizi.

EGGM dirancang sebagai platform keberlanjutan yang menghubungkan partisipasi digital dengan dampak langsung di lapangan. Setiap kontribusi dalam ekosistem ini terhubung dengan aksi konkret, mulai dari penanaman pohon hingga distribusi telur bergizi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Founder EGGM Julius Robinson mengatakan ekosistem ini dibangun dengan prinsip Planet, People, Profit.

“Upaya peningkatan sosial dan climate action harus instan. Maka dari itu di dalam ekosistem EGGM, Sertifikat ESG keluar dalam hitungan detik dan aksi lingkungan dieksekusi dalam hitungan hari,” kata Julius.

Melalui Yayasan Equator Bumi Lestari, program penanaman pohon telah dilakukan di sejumlah wilayah seperti Riau, Bandung Raya, Banten, Bali, hingga Muara Gembong, Bekasi. 

Di sisi lain, PT Eggcologic Bumi Lestari menjalankan produksi telur dengan pendekatan ramah lingkungan, termasuk pemanfaatan limbah organik melalui metode bio-konversi untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan dampak lingkungan.

Telur yang dihasilkan tidak hanya masuk ke rantai distribusi komersial, tetapi juga rutin disalurkan dalam program CSR. Setiap minggu, telur didistribusikan ke panti asuhan, panti jompo, korban bencana, serta mendukung program pencegahan stunting.

Model ini menggabungkan konsep ekonomi sirkular dengan ketahanan pangan. Limbah organik diolah kembali untuk mendukung produksi, sementara hasil produksinya memberikan dampak sosial langsung kepada masyarakat kurang mampu.

Dalam jangka pendek, EGGM menargetkan 600.000 pohon tertanam dan 3 juta telur tersalurkan dalam enam bulan ke depan. 

Menuju 2030, EGGM menargetkan pengembangan peternakan berkelanjutan, peningkatan kapasitas produksi, serta perluasan dampak sosial dan lingkungan ke lebih banyak wilayah di Indonesia.

Berbeda dengan program CSR konvensional, kontribusi dalam ekosistem EGGM tercatat secara langsung dan transparan melalui sistem digital. Pendekatan ini diharapkan memberikan kejelasan dampak sekaligus mempercepat implementasi program ESG di sektor riil.

“EGGM membuka kesempatan bagi perusahaan, komunitas, dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan keberlanjutan yang terintegrasi antara teknologi dan sektor riil,” pungkas Julius.

Berita Terkait

×
back to top