ASEAN Foundation Gelar Workshop AI di Bandung, 500 Siswa SMP Belajar Literasi AI
ASEAN Foundation dan Google.org menggelar workshop AI Ready ASEAN di Bandung untuk memperluas literasi AI bagi 500 siswa SMP.
Workshop AI untuk pelajar SMP di Bandung. dok. ASEAN Foundation
Upaya memperluas literasi kecerdasan buatan (AI) di kalangan generasi muda terus diperkuat di Indonesia. ASEAN Foundation bersama Google.org menggelar workshop AI Ready ASEAN bertajuk “Empowering Students for the Future: AI Literacy for a Digital ASEAN” di SMP Plus Muthahhari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan ini diikuti sekitar 500 siswa dan menjadi bagian dari program regional untuk menyiapkan generasi muda menghadapi transformasi digital.
Workshop tersebut dirancang untuk memperkenalkan konsep dasar AI sekaligus memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi AI secara bijak dan bertanggung jawab.
Para siswa juga diajak berdiskusi mengenai penerapan AI dalam kehidupan sehari-hari agar mereka dapat memahami potensi sekaligus tantangan yang muncul dari perkembangan teknologi digital.
- Kesenjangan Gender di Era AI Masih Lebar, Ini Pentingnya Keterlibatan Perempuan dalam Pengembangan Teknologi
- Red Hat Luncurkan AI Enterprise, Platform Terpadu untuk Mengubah Eksperimen AI Menjadi Operasi Bisnis
- Guru Pesantren di Tasikmalaya Manfaatkan AI, Kelas Tahfiz Kini Lebih Terukur dan Fleksibel
- Hanya 19% Perusahaan Indonesia Siap Adopsi AI, Commsult Tawarkan Implementasi yang Lebih Praktis
Program AI Ready ASEAN sendiri telah menjangkau lebih dari 6 juta penerima manfaat di kawasan Asia Tenggara sejak diluncurkan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 100.000 peserta telah mengikuti pelatihan AI secara mendalam, sementara lebih dari 3.500 Master Trainers diberdayakan untuk memperluas dampak pembelajaran secara berkelanjutan di berbagai negara ASEAN.
Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Piti Srisangnam mengatakan program ini dirancang untuk memastikan setiap pelajar memiliki kesempatan yang sama dalam memahami teknologi kecerdasan artifisial.
“Kami percaya setiap pelajar, di mana pun mereka berada, berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memahami dan memanfaatkan kecerdasan artifisial. Transformasi digital bukan sekadar tentang teknologi, tetapi tentang membuka pintu peluang bagi generasi muda untuk bermimpi lebih besar, berinovasi, dan memberi dampak positif bagi komunitasnya,” ujarnya.
Ia menambahkan melalui program AI Ready ASEAN, pihaknya ingin menumbuhkan rasa percaya diri pada generasi muda agar tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk masa depan digital yang lebih inklusif.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, menegaskan penguatan literasi AI menjadi bagian penting dalam mempersiapkan talenta digital Indonesia di masa depan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada ASEAN Foundation dan Google.org yang telah mendukung perluasan akses pendidikan teknologi bagi generasi muda.
Menurutnya, pemanfaatan AI harus tetap diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis agar teknologi tidak digunakan secara berlebihan.
“AI tetap dapat dimanfaatkan, namun kemampuan berpikir kritis anak-anak harus tetap dijaga dan dipantau. Jangan sampai semua jawaban dicari dari AI hingga menimbulkan ketergantungan. Peran guru dan orang tua sangat penting dalam memberikan bimbingan agar anak-anak dapat menggunakan AI secara bijak dan sesuai dengan etika,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam mendampingi anak-anak memahami teknologi baru. Dengan pendampingan yang tepat, generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan AI sebagai alat untuk meningkatkan kreativitas, bukan sekadar mencari jawaban instan.
Indonesia dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan talenta digital di kawasan ASEAN, terutama karena besarnya populasi usia muda serta potensi bonus demografi yang dimiliki.
Dalam konteks tersebut, sekolah menjadi salah satu titik awal strategis untuk memperkenalkan literasi AI sejak dini.
Melalui pendekatan pembelajaran yang aplikatif dan kontekstual, workshop AI Ready ASEAN diharapkan dapat membantu siswa memahami teknologi AI secara lebih dekat dan relevan dengan kehidupan mereka.









