Skor Daya Saing Digital Indonesia Naik, Kesenjangan Antarwilayah Masih Lebar

Oleh: Tek ID - Rabu, 24 Juni 2026 17:50

Laporan EV-DCI 2026 menyebut Indonesia memasuki fase baru transformasi digital dengan talenta AI menjadi faktor utama.

Indonesia dinilai memasuki fase baru transformasi digital. Jika sebelumnya fokus utama berada pada perluasan akses dan adopsi teknologi, tantangan berikutnya adalah mengubah kesiapan digital menjadi produktivitas, lapangan kerja berkualitas, serta nilai ekonomi yang nyata.

Kesimpulan tersebut menjadi salah satu temuan utama dalam laporan East Ventures – Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2026 yang diluncurkan East Ventures bersama Katadata Insight Center, Selasa (24/6/2026). 

Mengusung tema Penguatan pembangunan nasional melalui pemberdayaan teknologi digital, laporan ini menyoroti pentingnya pengembangan talenta digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk menjaga daya saing Indonesia.

Co-Founder dan Managing Partner East Ventures Willson Cuaca mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk mengubah infrastruktur digital menjadi manfaat ekonomi yang lebih luas melalui pengelolaan data dan integrasi sistem yang lebih baik.

"Dengan akses digital yang semakin terdistribusi dengan baik, keunggulan kompetitif Indonesia terletak pada kesediaan kita untuk mendorong efisiensi dalam pengumpulan data, membangun platform yang terintegrasi untuk memproses data tersebut, serta mendistribusikan informasi yang tepercaya," kata Willson.