Pelanggan Global Tencent Cloud Melonjak Dua Kali Lipat, Permintaan AI Tumbuh Tiga Digit
Pelanggan global Tencent Cloud naik dua kali lipat, permintaan AI tumbuh tiga digit. Tencent juga perluas WorkBuddy dan kerja sama di Indonesia.
Pelanggan global Tencent Cloud meningkat. dok. Tencent
Tencent Cloud mencatat lonjakan jumlah pelanggan aktif di luar Tiongkok hingga dua kali lipat dalam setahun terakhir.
Pertumbuhan tersebut diikuti peningkatan permintaan produk dan layanan kecerdasan buatan (AI) di pasar internasional yang mencapai tiga digit.
Capaian tersebut diumumkan Tencent dalam ajang Tencent Global Digital Ecosystem Summit 2026 di Shenzhen, Tiongkok.
Tencent sekaligus memperkenalkan pengembangan teknologi AI untuk mendukung kebutuhan operasional bisnis di berbagai negara.
Saat ini, Tencent Cloud melayani pelanggan di lebih dari 150 negara dan wilayah. Ekspansi bisnisnya didorong meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap layanan komputasi awan (cloud computing) dan solusi AI yang dapat digunakan untuk menjalankan berbagai pekerjaan secara otomatis.
Senior Executive Vice President Tencent sekaligus CEO Cloud and Smart Industries Group, Dowson Tong, mengatakan pemanfaatan AI akan memberikan dampak lebih besar ketika teknologi tersebut terintegrasi dengan kegiatan operasional perusahaan.
"AI membuka peluang baru bagi dunia usaha, tetapi dampak nyatanya baru terasa ketika teknologi ini diterapkan ke dalam operasional harian dan diadopsi secara luas," ujar Dowson Tong.
Menurutnya, Tencent Cloud menggabungkan pengembangan model AI, aplikasi produktivitas, dan infrastruktur komputasi awan untuk membantu perusahaan meningkatkan efisiensi sekaligus membuka peluang bisnis baru.
Salah satu teknologi yang diperkuat adalah WorkBuddy, agen AI yang dirancang untuk membantu pekerjaan sehari-hari, termasuk menjalankan tugas melalui aplikasi komunikasi dan sistem internal perusahaan.
Sejak diperkenalkan pada Maret 2026, WorkBuddy telah memproses lebih dari 9 miliar permintaan tugas di lebih dari 50 sektor industri.
Tencent menyebut teknologi tersebut telah digunakan oleh separuh dari 500 perusahaan terbesar di Tiongkok.
Ekosistem WorkBuddy juga didukung lebih dari 50.000 pengembang dan mitra, dengan lebih dari 200.000 kemampuan khusus yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pekerjaan.
Tencent kini memperluas kemampuan WorkBuddy bagi pelanggan korporasi internasional. Pengguna dapat menghubungkan agen AI tersebut dengan aplikasi kerja yang sudah digunakan serta memilih model AI sesuai kebutuhan masing-masing tugas.
Selain WorkBuddy, Tencent memberikan gambaran awal mengenai dua model AI terbaru, Hy4 dan Hy4 Flash, yang tengah disiapkan untuk peluncuran umum.
Model Hy4 dikembangkan untuk menangani pekerjaan kompleks yang membutuhkan proses panjang, kemampuan penalaran lebih efisien, serta pemahaman informasi visual.
Sementara Hy4 Flash dirancang sebagai alternatif dengan biaya penggunaan lebih efisien, tetapi tetap memiliki kemampuan memahami informasi visual dan menjalankan tugas berbasis agen AI.
Kedua model tersebut direncanakan tersedia melalui Tencent Cloud TokenHub, platform yang memungkinkan perusahaan mengakses berbagai model AI melalui satu antarmuka pemrograman atau API.
Melalui layanan ini, perusahaan dapat memilih model berdasarkan kebutuhan kinerja dan biaya, sekaligus mengelola penggunaan, tata kelola, serta penagihan dalam satu sistem.
Di Indonesia, Tencent Cloud turut memperluas keterlibatannya dalam pengembangan infrastruktur digital.
Tencet menyebut telah membantu migrasi lebih dari 1.000 layanan mikro (microservices) milik operator telekomunikasi XLSMART.
Tencent Cloud juga tengah menjajaki kerja sama lebih luas di bidang komputasi awan dan AI bersama Telkomsel dan Indosat.
Ekspansi Tencent Cloud di Asia Tenggara juga mencakup kerja sama dengan CP AXTRA di Thailand untuk mendukung modernisasi pengelolaan rantai pasok, keuangan, dan operasional bisnis.
Di kawasan lain, Tencent Cloud menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan teknologi, perdagangan elektronik, dan penyedia layanan keuangan di Jepang, Korea Selatan, Eropa, Timur Tengah, hingga Amerika Latin.
Untuk menopang pertumbuhan permintaan, Tencent Cloud memperluas kapasitas infrastrukturnya sepanjang 2026, termasuk di Frankfurt, Osaka, Riyadh, Malaysia, Meksiko, dan Thailand.
Secara global, jaringan Tencent Cloud kini mencakup 25 wilayah layanan komputasi awan (cloud region) dan 70 zona ketersediaan (availability zone).
Tencent berencana melanjutkan ekspansi infrastruktur di Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika pada 2027.
Tencent Cloud juga menawarkan pilihan penerapan teknologi melalui layanan public cloud, private cloud, dedicated cloud, dan hybrid cloud untuk menyesuaikan kebutuhan perusahaan, termasuk pengelolaan data sensitif.









