×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

MagPro Bawa Pendingin Pusat Data AI Tanpa Sistem Evaporatif, Bisa Beroperasi di Suhu 45 Derajat Celsius

Oleh: Tek ID - Jumat, 02 Oktober 2026 06:15

MagPro memperkenalkan AeroLev 1850, pendingin pusat data AI berkapasitas 1,85 MW tanpa sistem evaporatif dan mampu beroperasi hingga 45°C.

MagPro Bawa Pendingin Pusat Data AI Tanpa Sistem Evaporatif MagPro memperkenalkan AeroLev 1850

Pertumbuhan pusat data kecerdasan buatan (AI) ikut meningkatkan kebutuhan sistem pendinginan untuk menangani panas yang dihasilkan perangkat komputasi. 

Di tengah kebutuhan tersebut, MagPro memperkenalkan AeroLev 1850, chiller berkapasitas 1,85 MW yang dirancang mengurangi ketergantungan pusat data terhadap air.

MagPro merupakan perusahaan patungan antara CIGU Technology Corp. Ltd. dan EPG Data Technology (Shanghai) Co., Ltd.

AeroLev 1850 menggunakan teknologi pendinginan udara dan kompresor dengan bantalan magnetik (magnetic bearing) serta dirancang mampu beroperasi pada suhu lingkungan hingga 45 derajat Celsius.

Kemampuan tersebut membuat perangkat diarahkan untuk pusat data di wilayah bersuhu tinggi dan memiliki keterbatasan air, termasuk pasar seperti Indonesia.

Berbeda dari sistem yang menggunakan menara pendingin dan pendinginan evaporatif, AeroLev 1850 dirancang tanpa kebutuhan air untuk proses pendinginan evaporatif. 

Sistem mengombinasikan kompresor levitasi magnetik bebas oli dengan kontrol cerdas untuk menangani kebutuhan pendinginan pusat data.

Jantung AeroLev 1850 adalah kompresor levitasi magnetik berpendingin udara yang memiliki efisiensi isentropik hingga 87%.

Teknologi magnetic bearing membuat bagian berputar pada kompresor dapat beroperasi tanpa menggunakan bantalan mekanis konvensional yang membutuhkan pelumas berbasis oli.

AeroLev 1850 juga menggunakan kondensor yang diklaim mampu menghasilkan subcooling lebih dari 3 derajat Celsius serta kipas EC untuk menunjang efisiensi penggunaan energi.

MagPro mengklaim kombinasi teknologi tersebut dapat menghasilkan efisiensi energi keseluruhan hingga 40% lebih tinggi dan tingkat kegagalan hingga 8% lebih rendah dibandingkan kompresor konvensional berbasis oli.

Biaya pemeliharaannya juga diklaim dapat ditekan hingga 10% dibandingkan chiller konvensional.

AeroLev 1850 turut memiliki teknologi free cooling. Sistem tersebut memanfaatkan udara lingkungan ketika temperaturnya memungkinkan sehingga waktu pengoperasian kompresor dapat dikurangi. 

Pendekatan ini ditujukan untuk menekan konsumsi listrik dan biaya operasional.

MagPro juga merancang AeroLev 1850 untuk mengikuti perkembangan teknologi pendinginan pusat data yang semakin dekat dengan perangkat komputasi.

Platform tersebut dapat mendukung sistem direct-to-chip cooling, yakni cairan pendingin dialirkan menuju komponen penghasil panas seperti CPU dan GPU, serta immersion liquid cooling yang menggunakan cairan sebagai medium pendinginan perangkat.

AeroLev 1850 dapat menyediakan air dingin dengan temperatur hingga 45 derajat Celsius. Kemampuan tersebut ditujukan untuk mendukung sistem pendinginan bersuhu tinggi tanpa harus melakukan pembangunan ulang infrastruktur secara besar-besaran.

Desain modular dan terstandarisasi juga memungkinkan kapasitas pendinginan ditambah mengikuti pertumbuhan kebutuhan komputasi AI.

General Manager Nanjing CIPU Technology Co., Ltd. William Wu mengatakan keterbatasan air mulai menjadi salah satu pertimbangan dalam pembangunan pusat data.

“Seiring keterbatasan air menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengembangan pusat data, AeroLev 1850 menghadirkan pendekatan yang lebih tangguh untuk mendukung kebutuhan pendinginan pusat data AI,” ujar William.

Menurut dia, teknologi tersebut dirancang untuk mendukung pertumbuhan komputasi AI di lingkungan dengan kondisi operasional yang menantang sekaligus menjaga keberlanjutan investasi infrastruktur dalam jangka panjang.

Pendiri dan Chairman EPG Data Technology (Shanghai) Co., Ltd. Alick Wan mengatakan MagPro menggabungkan kemampuan EPG dalam rekayasa dan implementasi dengan teknologi levitasi magnetik CIGU.

“Dengan menggabungkan keahlian EPG dalam bidang teknik dan implementasi dengan teknologi inti levitasi magnetik milik CIGU, kami membangun infrastruktur digital yang lebih tangguh dan hemat sumber daya, serta tidak terlalu bergantung pada ketersediaan air,” kata Alick.

×
back to top