×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Cloudera Blueprints Bantu Perusahaan Indonesia Percepat Penerapan AI

Oleh: Tek ID - Kamis, 29 Oktober 2026 18:50

Cloudera gandeng Nvidia menghadirkan Blueprints agar perusahaan bisa menerapkan AI tanpa memindahkan data sensitif dari sistem yang digunakan.

Cloudera Blueprints Bantu Perusahaan Percepat Penerapan AI Nvidia Agent Toolkit yang digunakan dalam Cloudera Blueprints. dok. Nvidia

Cloudera memperluas kolaborasinya dengan Nvidia melalui peluncuran Cloudera Blueprints, solusi kecerdasan buatan (AI) siap pakai yang memungkinkan perusahaan mengembangkan dan menjalankan aplikasi AI langsung di lokasi penyimpanan data mereka.

Solusi ini dirancang untuk membantu perusahaan mempercepat penerapan AI dari tahap uji coba menuju penggunaan dalam operasional bisnis, tanpa harus memindahkan data sensitif dari lingkungan teknologi yang sudah digunakan.

Cloudera Blueprints mengintegrasikan Nvidia AI Blueprints yang dibangun menggunakan Nvidia Agent Toolkit dengan kemampuan pengelolaan data, keamanan, dan tata kelola dari Cloudera. 

Teknologi tersebut dapat diterapkan di berbagai lingkungan, mulai dari public cloud, pusat data perusahaan (on-premises), hingga komputasi tepi (edge computing).

Chief Product Officer Cloudera Leo Brunnick mengatakan banyak perusahaan masih menghadapi kesulitan ketika mengembangkan proyek AI menjadi aplikasi yang siap digunakan secara luas.

"Perusahaan-perusahaan sangat antusias untuk melangkah melampaui tahap eksperimen AI, tetapi mengubah prototipe yang menjanjikan menjadi aplikasi yang siap digunakan masih menjadi tantangan, terutama ketika data tersebar di berbagai lingkungan yang kompleks," ujar Leo dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, Cloudera Blueprints menggabungkan alur kerja AI Nvidia dengan kemampuan pengelolaan data dan keamanan untuk membantu perusahaan mempercepat penerapan teknologi tersebut.

Di Indonesia, tantangan serupa juga dihadapi perusahaan yang ingin meningkatkan pemanfaatan AI, terutama pada sektor yang memiliki ketentuan ketat mengenai keamanan dan pengelolaan data.

Country Manager Cloudera Indonesia Sherlie Karnidta mengatakan perusahaan membutuhkan solusi yang memungkinkan AI digunakan tanpa menambah risiko akibat perpindahan data antarsistem.

"Cloudera Blueprints mengatasi tantangan ini dengan memungkinkan organisasi lokal menerapkan aplikasi AI langsung di tempat data sensitif mereka berada, sehingga menghilangkan biaya, kompleksitas, dan risiko pemindahan data antar environment," kata Sherlie.

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan dapat menjalankan aplikasi AI pada infrastruktur yang sudah dimiliki sekaligus mempertahankan pengawasan terhadap keamanan, akses, dan penggunaan data.

Cloudera Blueprints juga disiapkan untuk mendukung sejumlah kebutuhan industri. Di sektor keuangan, teknologi ini dapat digunakan untuk mengembangkan model AI berbasis transaksi guna membantu mendeteksi penipuan, menilai risiko, dan memberikan layanan yang lebih personal kepada nasabah.

Pada sektor kesehatan, solusi AI yang dikembangkan dapat membantu mengubah percakapan antara pasien dan tenaga medis menjadi catatan klinis terstruktur. 

Teknologi tersebut juga dirancang untuk mendukung pendaftaran pasien, penjadwalan, dan layanan tanya-jawab.

Sementara itu, perusahaan telekomunikasi dapat memanfaatkan agen AI untuk merencanakan konfigurasi jaringan berdasarkan data historis dan kondisi terkini. 

Cloudera juga menyiapkan solusi pendeteksi video sintetis atau video buatan AI untuk mendukung verifikasi identitas dan pencegahan penipuan digital.

Dari sisi teknologi, Cloudera Blueprints memanfaatkan layanan mikro Nvidia NIM, model NVIDIA Nemotron, serta Nvidia cuDF untuk Apache Spark guna mempercepat pengolahan data dan penerapan model AI.

Solusi tersebut dibangun di atas pendekatan open source yang memungkinkan perusahaan memilih model AI, infrastruktur, dan lingkungan penerapan sesuai kebutuhan, tanpa harus bergantung pada satu penyedia teknologi.

Vice President Strategic Enterprise Partnerships Nvidia Pat Lee mengatakan kolaborasi kedua perusahaan bertujuan membantu organisasi memaksimalkan investasi AI melalui pengelolaan data yang lebih fleksibel.

"Dengan menggabungkan komputasi terakselerasi dan software stack AI dari Nvidia dengan platform hybrid data dari Cloudera, kami mempermudah organisasi untuk menjalankan AI di mana pun data mereka berada, baik di cloud, on-premises, maupun di edge," ujar Pat Lee.

×
back to top