Ancaman Siber Meningkat, NTT DATA dan Palo Alto Networks Perkuat Keamanan AI
NTT DATA dan Palo Alto Networks beraliansi mengamankan adopsi AI perusahaan dengan target bisnis Rp17,7 triliun hingga 2029.
Ilustrasi keamanan siber. dok. NTT Data
NTT DATA dan Palo Alto Networks menjalin aliansi strategis global untuk memperkuat keamanan perusahaan di tengah semakin masifnya penggunaan kecerdasan buatan (AI).
Kerja sama jangka panjang tersebut menargetkan bisnis bersama senilai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp17 triliun hingga 2029.
Aliansi tersebut menggabungkan platform keamanan siber berbasis AI milik Palo Alto Networks dengan kemampuan konsultasi, rekayasa, dan layanan terkelola NTT DATA.
Kedua perusahaan akan membantu organisasi mengadopsi AI secara lebih aman sekaligus memodernisasi sistem keamanan siber mereka.
- Kaspersky Temukan 92.000 Serangan Menyamar Jadi Layanan AI, ChatGPT Paling Banyak Dicatut
- Indonesia Dihantam 258 Juta Serangan Siber dalam 6 Bulan, 16 Serangan Terjadi Tiap Detik
- Kaspersky: Pengguna macOS Hadapi Lebih Banyak Insiden Siber daripada Windows
- Studi: Hampir Separuh Konsumen Langsung Tinggalkan Platform setelah Kebocoran Data
Kolaborasi itu juga akan mencakup rekayasa dan inovasi bersama serta penyediaan layanan global yang terkoordinasi.
Lebih dari 2.000 profesional bersertifikasi Palo Alto Networks akan dilibatkan untuk mendukung implementasinya.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk menjawab tantangan yang muncul ketika perusahaan semakin agresif menggunakan AI.
Teknologi tersebut tidak hanya membuka peluang meningkatkan produktivitas dan efisiensi, tetapi juga mengubah karakter ancaman siber yang harus dihadapi perusahaan.
“AI sedang membentuk kembali bisnis dan keamanan siber, sehingga kolaborasi yang mendalam di seluruh ekosistem menjadi lebih penting daripada sebelumnya,” kata Chairman dan Chief Executive Officer Palo Alto Networks Nikesh Arora.
Menurut Arora, perluasan aliansi dengan NTT DATA memungkinkan penerapan platform keamanan dalam skala global sekaligus membantu perusahaan mengurangi kompleksitas sistem lama.
Langkah tersebut sekaligus memperluas kolaborasi kedua perusahaan dalam Frontier AI. Aliansi akan menggabungkan intelijen ancaman Unit 42 milik Palo Alto Networks dengan kemampuan keamanan siber, tata kelola AI, serta layanan terkelola NTT DATA.
Pada tahap awal, NTT DATA dan Palo Alto Networks akan memusatkan kolaborasi pada enam area transformasi keamanan, terutama bagi industri dengan regulasi ketat dan sektor kritis seperti keuangan, kesehatan, manufaktur, dan sektor publik.
Salah satunya adalah pengembangan Autonomous Security Operations Center (SOC) dengan memanfaatkan agentic AI.
Teknologi tersebut diarahkan untuk membantu organisasi mendeteksi, menyelidiki, hingga merespons ancaman yang semakin canggih secara lebih cepat.
Kedua perusahaan juga akan memperkuat tata kelola AI sepanjang siklus hidup teknologi tersebut. Langkah ini mencakup pengelolaan risiko, peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan kontrol ketika perusahaan memperluas penggunaan AI.
Area berikutnya menyasar keamanan identitas, termasuk identitas manusia, mesin, hingga agen AI.
Sistem tersebut dirancang untuk membantu perusahaan menemukan, mengelola, mengamankan, dan mengatur berbagai identitas digital dalam lingkungan bisnisnya.
Kolaborasi juga mencakup penerapan arsitektur Zero Trust dan Secure Access Service Edge (SASE), peningkatan ketahanan lingkungan multi-cloud, serta modernisasi firewall.
Seluruhnya diarahkan untuk menyederhanakan infrastruktur sekaligus meningkatkan kemampuan perusahaan menghadapi ancaman berbasis AI.
Chief Executive Officer dan Chief AI Officer NTT DATA Inc. Abhijit Dubey mengatakan perkembangan AI membuat perusahaan membutuhkan pendekatan baru dalam membangun ketahanan siber.
“AI sedang mendefinisikan ulang setiap aspek perusahaan, tetapi juga mengubah lanskap ancaman dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Organisasi membutuhkan pendekatan baru terhadap ketahanan siber yang menggabungkan keamanan berbasis AI, keahlian industri yang mendalam, dan skala global,” ujar Dubey.
Menurut dia, kolaborasi dengan Palo Alto Networks akan menggabungkan inovasi keamanan berbasis AI dengan kemampuan konsultasi, rekayasa, dan layanan terkelola NTT DATA.
Tujuannya agar perusahaan dapat mempercepat adopsi AI tanpa mengabaikan risiko keamanan.
NTT DATA saat ini didukung lebih dari 7.500 profesional keamanan siber, lebih dari 70 pusat penyediaan layanan, dan lebih dari 20 Cyber Defense Center.
Sementara Palo Alto Networks membawa platform keamanan berbasis AI serta kemampuan intelijen ancaman Unit 42.









