×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Kaspersky: Pengguna macOS Hadapi Lebih Banyak Insiden Siber daripada Windows

Oleh: Tek ID - Jumat, 07 Agustus 2026 10:05

Survei Kaspersky menemukan pengguna macOS lebih sering mengalami insiden siber dibanding Windows, tetapi lebih sedikit memakai software keamanan.

Kaspersky: Pengguna macOS Hadapi Lebih Banyak Insiden Siber Ilustrasi serangan siber. dok. Freepik

Persepsi bahwa macOS secara inheren lebih aman dibanding Windows dinilai tidak lagi cukup menjadi pegangan dalam menghadapi ancaman siber modern. 

Survei terbaru Kaspersky menunjukkan pengguna macOS justru melaporkan lebih banyak insiden keamanan dalam setahun terakhir, sementara tingkat penggunaan perangkat lunak keamanan khusus di kalangan mereka lebih rendah.

Dalam survei tersebut, 12 persen pengguna macOS mengaku mengalami infeksi malware, dibandingkan 9 persen pengguna Windows. 

Di sisi lain, hanya 35 persen pengguna macOS yang memasang perangkat lunak keamanan khusus, sedangkan pada pengguna Windows angkanya mencapai 42 persen.

Perbedaan juga terlihat dari kebiasaan dasar menjaga keamanan digital. Sebanyak 62 persen pengguna Windows mengaku menghindari membuka email atau tautan mencurigakan, sedangkan di kalangan pengguna macOS hanya 51 persen yang menerapkan kebiasaan serupa.

Kaspersky juga mencatat pengguna macOS lebih banyak melaporkan menjadi korban phishing dalam setahun terakhir. Angkanya mencapai 12 persen, dibandingkan 9 persen pada pengguna Windows.

Pada kategori ancaman lain, pengguna macOS juga mencatat angka lebih tinggi. Sebanyak 16 persen mengaku mengalami penipuan umum atau penipuan investasi, dibandingkan 13 persen pengguna Windows. 

Untuk pelanggaran privasi, angkanya mencapai 11 persen berbanding 8 persen, sedangkan pencurian data pribadi tercatat 12 persen berbanding 7 persen.

Kaspersky menilai temuan tersebut menunjukkan perlindungan bawaan sistem operasi saja belum cukup. 

Pengguna tetap membutuhkan kombinasi antara kewaspadaan, autentikasi yang kuat, dan perlindungan keamanan tambahan untuk menghadapi phishing, spyware, stealer, serta bentuk malware lain yang terus berkembang.

Dalam aspek perlindungan akun, pengguna Windows juga menunjukkan tingkat penerapan praktik keamanan yang sedikit lebih tinggi. Sebanyak 38 persen menggunakan kata sandi unik untuk setiap akun, dibandingkan 35 persen pengguna macOS.

Untuk penggunaan kata sandi yang kompleks, angkanya mencapai 52 persen pada Windows dan 45 persen pada macOS. 

Sementara dalam penerapan autentikasi dua faktor atau multifaktor, pengguna Windows juga unggul dengan 51 persen, dibandingkan 46 persen pada pengguna macOS.

Kaspersky menyarankan penggunaan pengelola kata sandi untuk membantu menyimpan kredensial secara aman dan mendorong penggunaan kata sandi yang unik. 

Pengelola kata sandi juga dapat mendukung autentikasi modern seperti passkey dan sinkronisasi aman antarp perangkat.

Pakar keamanan siber Kaspersky Sergey Puzan mengatakan persepsi Mac lebih aman muncul antara lain karena basis penggunanya lebih kecil dan sistem operasinya memiliki fitur keamanan bawaan yang kuat. Namun, menurut dia, lanskap ancaman telah berubah.

“Ada stereotip yang mengakar bahwa macOS secara inheren lebih aman karena basis penggunanya lebih kecil, sehingga penjahat siber menganggapnya sebagai target bernilai rendah, atau karena platform itu sendiri memiliki banyak fitur keamanan yang tangguh. Meskipun pandangan tersebut tidak sepenuhnya keliru, lanskap ancaman telah berkembang secara drastis,” ujar Sergey.

Ia menambahkan, serangan phishing dan rantai pasok kini dapat menjangkau pengguna dari berbagai sistem operasi dalam satu kampanye. Di saat yang sama, malware yang secara khusus menargetkan perangkat Mac juga terus ditemukan.

“Malware khusus Mac bukanlah hal yang langka, dan terdapat banyak keluarga malware yang secara eksklusif menargetkan Mac. Akibatnya, perangkat apa pun yang terhubung ke internet, terlepas dari sistem operasi atau bentuk fisiknya, memerlukan perangkat lunak keamanan siber untuk melindungi diri dari berbagai ancaman siber,” katanya.

Survei tersebut dilakukan pusat riset pasar Kaspersky pada Maret 2026 dengan melibatkan 7.200 responden dari 18 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, India, China, Jerman, Prancis, Italia, Brasil, dan Arab Saudi.

×
back to top