Awas Rekening Jadi Incaran, Trojan Perbankan di Ponsel Melonjak pada 2026
Kaspersky mendeteksi 162.275 paket Trojan perbankan seluler pada kuartal I 2026, lebih dari dua kali lipat jumlah sepanjang 2024.
Ilustrasi troja di aplikasi seluler. dok. Kaspersky
Ancaman terhadap rekening dan data keuangan pengguna ponsel meningkat tajam pada awal 2026.
Kaspersky mendeteksi 162.275 paket instalasi Trojan perbankan seluler baru hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini.
Jumlah tersebut tercatat lebih dari dua kali lipat dibandingkan total yang terdeteksi sepanjang 2024.
Bahkan, angka dalam satu kuartal itu sudah setara sekitar dua pertiga dari keseluruhan temuan sepanjang 2025.
- Scam Call di Indonesia Naik 4 Kali Lipat, Ini Modus yang Perlu Diwaspadai
- Cloudflare Luncurkan Adaptive Intelligence, Pertahanan Siber yang Terus Belajar dari Serangan
- Indonesia Catat 15.163 Deteksi Ancaman Mobile dalam Tiga Bulan, Modus Penipuan Makin Canggih
- Indonesia Hadapi 16 Serangan Siber per Detik, ESET Perkuat Proteksi Berbasis AI
Trojan perbankan merupakan jenis malware yang dirancang untuk mencuri informasi finansial pengguna, termasuk data yang dapat dimanfaatkan untuk mengambil alih akun atau mengakses layanan perbankan.
Berdasarkan data anonim Kaspersky Security Network, Trojan perbankan menyumbang 52,96% dari seluruh aplikasi seluler berbahaya yang terdeteksi pada kuartal I 2026.
Proporsinya meningkat tajam dibandingkan sekitar 31% sepanjang 2025.
Lonjakan tersebut terjadi ketika ponsel semakin banyak digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari transaksi keuangan dan belanja hingga pekerjaan dan komunikasi.
Di saat bersamaan, perangkat tersebut menyimpan beragam informasi pribadi yang bernilai bagi pelaku kejahatan siber.
Secara keseluruhan, Kaspersky mencatat lebih dari 306.000 paket instalasi berbahaya pada kuartal I 2026, tepatnya 306.070 sampel. Sebanyak 439 di antaranya berkaitan dengan Trojan ransomware seluler.
Dalam periode yang sama, solusi keamanan perusahaan juga memblokir lebih dari 2,67 juta serangan yang melibatkan malware, adware, dan perangkat lunak seluler yang tidak diinginkan.
Ancaman lainnya datang dari backdoor yang telah tertanam dalam firmware perangkat selama proses manufaktur.
Kaspersky mencatat Triada dan Keenadu sebagai beberapa ancaman seluler yang kerap ditemui.
Head of Consumer Channel Asia Pacific Kaspersky Choon Hong Chee mengatakan modus penyebaran malware seluler kini semakin beragam dan tidak hanya mengandalkan satu saluran.
“Penjahat siber semakin gencar menggunakan teknik canggih untuk menyebarkan aplikasi seluler berbahaya melalui toko aplikasi tidak resmi, tautan phishing, penawaran hadiah palsu, aplikasi resmi yang telah dimodifikasi, kampanye iklan berbahaya, serta skema penipuan seluler yang dirancang untuk mengelabui pengguna agar mengungkapkan informasi sensitif,” ujar Chee.
Serangan juga semakin sering dilakukan secara bertahap. Pelaku dapat memulainya melalui file, tautan, atau aplikasi yang terlihat aman sebelum membawa korban menuju aktivitas berbahaya berikutnya.
Modus tersebut menjadi semakin berbahaya karena penipu juga menyalahgunakan layanan daring yang sah maupun perangkat tepercaya untuk menghindari deteksi.
Risiko di perangkat seluler tidak hanya berasal dari malware. Studi terpisah Kaspersky bertajuk The Great Messaging Heist menemukan penipuan melalui aplikasi pesan juga dapat menimbulkan kerugian finansial yang besar.
Satu pesan penipuan yang berhasil menjerat korban menyebabkan kerugian rata-rata 733 dolar AS atau sekitar Rp12,9 juta.
Kecepatan penipu dalam menjalankan aksinya juga menjadi perhatian. Sebanyak 52% penipuan yang berhasil disebut berlangsung kurang dari 30 menit sejak kontak pertama hingga uang atau informasi pribadi berpindah tangan.
Teknologi kecerdasan buatan atau AI turut menjadi perhatian dalam pola penipuan tersebut. Sebanyak 66% korban meyakini AI digunakan untuk menargetkan mereka.
Bentuk yang paling banyak ditemukan adalah pesan yang diduga ditulis menggunakan AI sebesar 42%, disusul suara yang dihasilkan atau ditiru dengan teknologi AI sebesar 31%, serta gambar atau video deepfake sebesar 25%.
Temuan pada awal 2026 tersebut melanjutkan tingginya ancaman terhadap perangkat seluler sepanjang tahun lalu.
Selama 2025, solusi Kaspersky memblokir lebih dari 14 juta serangan seluler secara global atau rata-rata sekitar 1,17 juta serangan setiap bulan.
Pengguna karena itu disarankan lebih berhati-hati ketika memasang aplikasi maupun membuka tautan melalui ponsel.
Aplikasi sebaiknya hanya dipasang melalui toko aplikasi tepercaya, sementara tautan dan promosi yang mencurigakan perlu dihindari.
Sistem operasi dan aplikasi juga perlu diperbarui secara berkala. Pengguna sebaiknya melakukan verifikasi secara terpisah ketika menerima permintaan informasi pribadi melalui aplikasi pesan, terutama jika berkaitan dengan akun, data finansial, maupun transaksi uang.









