Kaspersky Bagikan Tips Cegah Pelacakan Digital oleh Mantan Pasangan
Kaspersky mengingatkan akses digital tidak otomatis terputus setelah hubungan berakhir. Pengguna perlu mengamankan akun, perangkat, dan privasi.
Ilustrasi putus hubungan. dok. Kaspersky
Berakhirnya sebuah hubungan tidak serta-merta memutus seluruh akses digital yang pernah dibagikan bersama pasangan. Akun, kata sandi, langganan, penyimpanan awan, hingga perangkat rumah pintar dapat tetap terhubung apabila tidak dinonaktifkan secara manual.
Kaspersky mengingatkan hubungan digital yang masih aktif setelah perpisahan dapat memicu berbagai risiko, mulai dari situasi tidak nyaman, akses tanpa izin, hingga pelacakan yang tidak diinginkan.
Risiko tersebut dapat muncul bahkan ketika perpisahan berlangsung secara baik-baik. Pasangan yang sebelumnya berbagi akun reservasi, penyimpanan foto, layanan streaming, atau perangkat pintar masih mungkin melihat aktivitas satu sama lain tanpa disadari.
Kaspersky mencontohkan kasus yang dibagikan konsultan hubungan Susan Winter. Salah satu kliennya masih dapat memantau mantan pasangan melalui akun reservasi restoran yang belum diputus. Dari akun tersebut, ia mengetahui lokasi, waktu, dan jumlah orang dalam setiap pemesanan.
- Identitas Mesin di Asia Pasifik 111 Kali Lebih Banyak dari Manusia, Risiko Serangan AI Meningkat
- Peretas Makin Agresif Gunakan AI, Integrasi Platform Jadi Kunci Pertahanan Siber Perusahaan
- ITSEC Asia Kembangkan Bronyx AI, Platform AI untuk Percepat Pengujian Keamanan Siber
- Merasa Aman, Tapi Rentan Diretas: Riset bolttech Ungkap Kesenjangan Keamanan Siber Warga Indonesia
Kondisi itu menunjukkan pentingnya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh akun dan perangkat setelah hubungan berakhir.
Langkah pertama yang disarankan adalah mengakhiri sesi aktif pada media sosial, aplikasi perpesanan, email, dan layanan penting lainnya.
Pengguna perlu membuka daftar perangkat yang sedang masuk ke akun, kemudian mengeluarkan seluruh perangkat selain perangkat pribadi yang masih digunakan. Langkah ini penting apabila akun pernah dibuka melalui ponsel, komputer, atau tablet milik pasangan.
Kata sandi akun penting juga perlu segera diganti, terutama apabila menggunakan tanggal, nama, atau informasi pribadi yang diketahui mantan pasangan.
Apabila satu kata sandi digunakan untuk beberapa layanan, seluruhnya perlu diperbarui dengan kombinasi yang berbeda.
Pengguna juga disarankan memeriksa pertanyaan keamanan, alamat email pemulihan, dan nomor telepon cadangan. Seluruh jalur pemulihan akun harus dipastikan tidak lagi terhubung dengan mantan pasangan.
Untuk mempermudah pengelolaan, Kaspersky merekomendasikan penggunaan pengelola kata sandi. Layanan tersebut dapat membuat dan menyimpan kata sandi unik untuk setiap akun sehingga pengguna tidak perlu mengingat seluruh kredensial secara manual.
Pemeriksaan berikutnya perlu dilakukan pada autentikasi dua faktor dan daftar perangkat tepercaya.
Kode verifikasi harus dipastikan hanya masuk ke perangkat milik pengguna, sedangkan perangkat mantan pasangan perlu dihapus dari akun Apple, Google, maupun layanan lain.
Apabila sebelumnya menggunakan akun Apple atau Google bersama, pengguna disarankan keluar dan memisahkan akun tersebut.
Fitur berbagi keluarga, pencadangan, iCloud, serta album foto bersama juga perlu diperiksa karena konten baru bisa tetap terlihat oleh anggota akun lainnya.
Langganan bersama, seperti layanan streaming atau paket keluarga, juga perlu ditinjau. Pengguna dapat membatalkan langganan lama atau membuat akun baru yang terhubung dengan metode pembayaran pribadi.
Metode pembayaran menjadi bagian penting yang tidak boleh terlewat. Kartu milik mantan pasangan yang tersimpan di marketplace, aplikasi pesan-antar, atau layanan transportasi perlu dihapus.
Apabila kartu pribadi masih tersimpan pada akun mantan dan tidak dapat diakses, penerbitan ulang kartu dinilai menjadi langkah paling aman.
Perangkat rumah pintar juga dapat menjadi celah keamanan. Akses mantan pasangan terhadap kamera, bel pintu video, pelacak GPS, speaker pintar, atau perangkat lain harus dicabut. Jika perangkat berada dalam akun bersama, kata sandi perlu diubah atau perangkat dipindahkan ke akun pribadi.
Kaspersky turut menyarankan pengguna meninjau pengaturan privasi di seluruh akun media sosial dan layanan digital.
Pemeriksaan ini diperlukan untuk memastikan lokasi, aktivitas, daftar teman, dan informasi pribadi tidak dapat dilihat oleh pihak yang tidak diinginkan.
Apabila muncul tanda-tanda penguntitan, pengguna disarankan mencari dukungan dari keluarga, teman dekat, organisasi pendamping, atau bantuan hukum.
Pada perangkat Android, fitur keamanan juga dapat digunakan untuk mendeteksi aplikasi pemantauan tersembunyi maupun perangkat pelacak yang tidak dikenal.
Fitur tersebut antara lain mencakup deteksi stalkerware, pemindai perangkat pelacak, serta kontrol izin aplikasi.
Pemeriksaan izin dapat membantu mengidentifikasi aplikasi yang memiliki akses terhadap lokasi, kamera, mikrofon, kontak, maupun data sensitif lainnya.
“Fase pasca selesai dari sebuah hubungan tidak secara otomatis memutuskan ikatan digital Anda. Akses apa pun yang Anda berikan satu sama lain tetap menyala secara aktif sampai seseorang mematikannya secara manual,” tulis Kaspersky dalam keterangannya.
Menurut Kaspersky, sebagian besar akses tersebut mungkin tidak sengaja disalahgunakan. Namun, membiarkannya tetap aktif dapat menimbulkan risiko, mulai dari ketidaknyamanan hingga pelacakan yang mengancam privasi dan keselamatan pengguna.
“Untuk itu, sebagai pengguna kita harus tetap mengutamakan kewaspadaan dan menerapkan kebersihan digital, bahkan di ruang lingkup pribadi sekalipun,” pungkas Kaspersky.









