Komdigi Resmikan Garuda Spark BSD, Dorong Inovasi 5G dan AI Jadi Solusi Nyata
Komdigi meresmikan Garuda Spark BSD City. Ericsson menghadirkan 5G Innovation Center untuk mengembangkan solusi 5G, AI, dan industri.
Peluncuran Garuda Spark BSD City. dok. Ericsson
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meresmikan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) di BSD City sebagai ruang kolaborasi untuk mempercepat pengembangan ekosistem digital Indonesia.
Melalui fasilitas ini, inovasi berbasis 5G, kecerdasan buatan (AI), hingga Industry 4.0 didorong agar berkembang dari tahap prototipe menjadi solusi yang dapat diterapkan secara lebih luas.
Penguatan ekosistem tersebut salah satunya dilakukan melalui kehadiran Ericsson 5G Innovation Center (5GIC) di GSIH.
Pusat inovasi ini dirancang sebagai ruang terbuka untuk mengembangkan, menguji, dan memvalidasi berbagai solusi teknologi bersama pemerintah, industri, akademisi, talenta digital, startup, serta mitra ekosistem.
- Kacamata Pintar Meta Terancam Dilarang di Bioskop Inggris karena Pembajakan
- Zoom Hadirkan AI Productivity Suite, Hasil Meeting Kini Bisa Langsung Jadi Dokumen Kerja
- Teknologi Armada Cerdas Pangkas Risiko Berkendara hingga 60 Persen, Dukung Keselamatan Operasional Penerbangan
- JPG to Excel Bertenaga AI: Apakah Hasilnya Benar-Benar Lebih Baik?
Kolaborasi diperkuat melalui penandatanganan letter of intent (LoI) oleh President Director Ericsson Indonesia Nora Wahby dan Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi Sonny Hendra Sudaryana bersama sejumlah mitra ekosistem digital, Rabu (26/8/2026).
Peluncuran GSIH BSD City yang dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid itu melibatkan sekitar 500 peserta dari unsur pemerintah, industri, akademisi, startup, dan investor.
Sebanyak 10 kota mitra GSIH juga terhubung secara hibrida.
Meutya mengatakan keberadaan GSIH diharapkan tidak berhenti sebagai tempat berkumpulnya pelaku ekosistem digital.
Keberhasilannya harus tercermin dari inovasi yang dihasilkan serta dampak yang dirasakan masyarakat.
“Keberhasilan GSIH tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan atau kolaborasi, tetapi dari output yang dihasilkan dan dampaknya bagi masyarakat. Dari BSD dan sepuluh kota mitra, kita ingin memastikan inovasi dan talenta digital dapat tumbuh di berbagai daerah, sehingga konektivitas dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan dan pada akhirnya memperkuat kedaulatan digital Indonesia,” ujar Meutya.
Kehadiran 10 kota mitra sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem inovasi di luar satu pusat pertumbuhan. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan talenta dan teknologi diharapkan dapat berlangsung lebih merata di berbagai daerah.
President Director Ericsson Indonesia Nora Wahby mengatakan 5G Innovation Center akan menjadi ruang untuk mempertemukan teknologi dengan kebutuhan nyata industri.
Solusi yang dikembangkan tidak hanya berhenti pada tahap ide, tetapi diarahkan hingga mencapai tahapan pengujian dan implementasi.
“Melalui Ericsson 5G Innovation Center yang menjadi bagian dari GSIH, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi terbuka untuk mengembangkan, menguji, dan memvalidasi solusi berbasis 5G, AI, dan Industry 4.0,” kata Nora.
“Kami ingin membawa ide, termasuk yang lahir dari hackathon dan kolaborasi ekosistem, dari tahap prototipe menjadi use case yang teruji, pilot, hingga solusi yang siap dikembangkan dan diterapkan lebih luas,” lanjutnya.
5GIC merupakan kelanjutan dari platform inovasi Ericsson yang dikembangkan sebagai pusat open innovation untuk teknologi 5G, AI, dan Industry 4.0.
Dengan pendekatan Pentahelix, fasilitas tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mencari solusi atas kebutuhan dan tantangan industri.
Sejumlah inovasi juga ditampilkan di 5GIC, termasuk hasil Hackathon Ericsson 2025. Salah satunya MINERVA, platform industrial intelligence berbasis AI yang dikembangkan Future of Tech sebagai pemenang kompetisi tersebut.
Teknologi ini dirancang untuk mengolah data operasional menjadi informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Melalui GSIH dan 5G Innovation Center, kolaborasi pemerintah dan industri diarahkan untuk memperkuat jalur pengembangan inovasi dari penciptaan ide, pengujian teknologi, hingga penerapan.
Inisiatif tersebut sekaligus ditujukan untuk mengembangkan talenta digital dan memperkuat kapasitas industri digital nasional.









