Ratusan Driver Grab Bandung Jalani Cek Kesehatan Gratis, Ada Skrining TB hingga Jantung
Grab dan Kemenkes memberi cek kesehatan gratis kepada 300 lebih pengemudi di Bandung, dari gula darah, paru-paru hingga rekam jantung.
Mitra pengemudi Grab di Bandung jalani cek kesehatan gratis. dok. Grab
Lebih dari 300 mitra pengemudi Grab di Bandung menjalani pemeriksaan kesehatan gratis yang mencakup pengecekan gula darah, tekanan darah, mata, paru-paru hingga rekam jantung.
Program ini digelar untuk membantu mendeteksi risiko kesehatan lebih dini sekaligus mendukung keselamatan pengemudi yang menghabiskan banyak waktu di jalan.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tersebut digelar Grab Indonesia bersama Kementerian Kesehatan RI dan sejumlah pemangku kepentingan di Kantor Grab Bandung, Jalan Soekarno-Hatta.
Pemeriksaan dilakukan tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kota Bandung. Selain pemeriksaan fisik dan konsultasi dokter, peserta menjalani pengukuran tinggi dan berat badan serta lingkar perut, pemeriksaan gula darah dan profil lipid, hingga tekanan darah.
- Grab Percepat Transisi Energi, Armada Kendaraan Listrik Ditargetkan Naik Tiga Kali Lipat
- Grab Gelar Bintang 5 Awards 2026, Masyarakat Bisa Ikut Voting Tentukan Kuliner Favorit Hingga 15 Mei
- Riset GrabAds : Tren Nobar Dorong Lonjakan Konsumsi di Ekosistem Digital, Jadi Peluang Besar bagi Brand
- Grab Bawa Budaya Jakarta ke Dunia Lewat GrabX Mini Festival, Libatkan Kreator Internasional dan UMKM Lokal
Pemeriksaan lebih lanjut juga tersedia berupa skrining gejala tuberkulosis (TB) dan X-ray paru, pemeriksaan mata dan gigi, telinga dan pendengaran, serta elektrokardiogram (EKG) untuk merekam aktivitas listrik jantung.
Mitra pengemudi perempuan juga dapat memperoleh pemeriksaan payudara secara klinis atau Sadanis.
Rangkaian pemeriksaan tersebut diarahkan untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan lebih dini. Peserta juga dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai hasil pemeriksaan dan memperoleh rekomendasi tindak lanjut apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan perhatian.
Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI Niken Wastu Palupi mengatakan tingginya mobilitas pengemudi membuat pemantauan kesehatan secara berkala menjadi penting.
“Para Mitra Pengemudi memiliki tingkat mobilitas harian yang tinggi, sehingga pemantauan kondisi kesehatan secara berkala menjadi hal yang penting,” ujar Niken.
Menurut dia, kondisi fisik pengemudi tidak hanya berkaitan dengan kesehatan pribadi, tetapi juga berhubungan dengan keselamatan selama menjalankan aktivitas di jalan.
“Kondisi pengemudi yang prima merupakan modal penting untuk mendukung keselamatan diri, keluarga, serta masyarakat pengguna layanan,” katanya.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dhani Gumelar menilai aspek kesehatan pengemudi perlu ditempatkan sebagai salah satu bagian dari keselamatan transportasi.
“Kelaikan operasional transportasi jalan tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga oleh kebugaran pengemudinya,” ujar Dhani.
Menurut dia, pemeriksaan kesehatan secara preventif dapat membantu mendukung sistem transportasi yang aman dan andal di Jawa Barat.
Selain Kementerian Kesehatan dan Grab Indonesia, program tersebut melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, serta BPJS Ketenagakerjaan Kota Bandung.
Dalam rangkaian kegiatan yang sama, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan manfaat perlindungan secara simbolis kepada ahli waris mitra pengemudi.
Langkah tersebut sekaligus menyoroti kebutuhan perlindungan sosial bagi pekerja platform yang menghadapi risiko selama beraktivitas di jalan.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Suarni mengatakan perlindungan jaminan sosial juga mencakup tenaga kerja yang beraktivitas melalui platform digital.
“Melalui kolaborasi dengan Grab, kami terus mendorong perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan agar semakin banyak mitra mendapatkan perlindungan dari risiko kerja,” ujarnya.
Head of Government and Community Partnership Grab Indonesia Arryo Harman mengatakan kesehatan dan keselamatan pengemudi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem transportasi berbasis platform.
“Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis di Bandung menunjukkan bahwa kolaborasi antara platform digital, pemerintah, dan lembaga jaminan sosial dapat menghadirkan manfaat yang konkret bagi para mitra,” kata Arryo.
Program pemeriksaan kesehatan di Bandung melanjutkan kegiatan serupa yang sebelumnya diselenggarakan di Jakarta, Medan, dan Tangerang.









