Ini hukuman bagi YouTuber nakal

YouTuber nakal tidak akan bisa melakukan monetisasi di videonya

YouTube menjelaskan lebih lanjut perihal perubahan aturan yang mereka tujukan bagi YouTuber bermasalah. Pada laporan yang kami rangkum dari The Verge (9/2), CEO YouTube, Susan Wojjcicki mengatakan bahwa aturan baru ini telah mereka godok sejak awal 2018.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Instagram dorong pengguna untuk hentikan bullying

TikTok melawan propaganda ISIS di aplikasi mereka

Facebook Cafe resmi hadir di Jakarta


Aturan ini bertujuan menciptakan hukuman bagi YouTuber yang menayangkan konten kekerasan yang berdampak bagi komunitas YouTube secara luas. Bagi kanal YouTube yang terbukti berbahaya bagi komunitas YouTube, iklannya akan dicabut oleh YouTube. YouTuber juga akan dicabut haknya untuk mengakses program monetasi premium, Google Preferred.

Selain itu YouTube juga akan mencabut Partner Program dengan YouTuber bermasalah tersebut. Sementara YouTube akan berhenti merekomendasikan video YouTuber tersebut, di seluruh jaringan yang YouTube punya.

YouTube sendiri menjelaskan secara terperinci apa itu komunitas YouTube. Komunitas yang mereka maksud termasuk, iklan, industri media, dan pemirsa YouTube. Kendati begitu, YouTube tidak jelas mengenai definisi konten berbahaya dalam hal ini. 

YouTube sebenarnya memegang kontrol yang cukup tinggi atas sebuah saluran di kanal YouTube. Namun, YouTube dinilai relatif lepas tangan selama bertahun-tahun ini.

YouTuber dengan konten-konten bermuatan offensive dan kurang dewasa seperti Logan Paul dan Pewdiepie telah memaksa YouTube untuk memperketat lagi aturan dalam platform berbagi video tersebut. Pengiklan beramai-ramai memaksa YouTube untuk lebih tegas, atau mereka mencabut iklan mereka di YouTube.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: