XL Axiata pertimbangkan dampak larangan AS ke Huawei

Menurut XL Axiata, Huawei merupakan partner teknologi yang yang bermitra dengan perusahaan baik dalam bundling smartphone maupun pengembangan jaringan.

XL Axiata pertimbangkan dampak larangan AS ke Huawei (Foto: Moviesgameandtech)

Sejumlah operator di luar negeri memutuskan berhenti menjual smartphone terbaru Huawei, yakni jajaran P30. Beberapa operator lainnya memilih menjeda penjualan setelah mendapat kabar dukungan sistem operasi Android ditangguhkan oleh Google bagi smartphone Huawei.

Kendati demikian, sejumlah operator juga memilih bertahan menjual smartphone Huawei seperti di Australia. Hal ini karena Huawei telah meyakinkan operator bahwa smartphone yang ada saat ini tetap mendapat dukungan Google dan akan terus didukung oleh Huawei untuk menjaga keamanan pengguna.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Menkominfo sarankan pengujian 5G untuk bisnis

Jaringan XL Axiata di Sulawesi cakup pelanggan industri

XL Axiata perluas jaringan di Kalbar dan Kalteng


Di Indonesia sendiri, smartphone Huawei masih dijual oleh beberapa operator melalui produk pasca-bayarnya. Beberapa e-commerce juga menjajakan jajaran P30 seperti Lazada dan Erafone.com.

XL Axiata juga masih menawarkan pelanggan program bundling Huawei P30 Pro dengan produk pasca-bayar XL Prioritas. Tak hanya itu, XL Axiata juga diketahui merupakan salah satu mitra Huawei dalam bisnis jaringan telekomunikasi. Disinggung larangan AS yang membuat sejumlah operator di luar negeri berhenti menjual P30, XL Axiata memiliki tanggapan lain.

Menurut XL Axiata, Huawei merupakan partner teknologi yang yang bermitra dengan perusahaan baik dalam bundling smartphone maupun pengembangan jaringan. Namun untuk keputusan lebih lanjutnya, Xl Axiata masih melakukan pertimbangan.

"Huawei merupakan salah satu dari beberapa partner teknologi kami untuk pengembangan jaringan dan juga partner penyedia smartphone bundling kami. Terkait dengan informasi operator yang menghentikan program bundling dengan Huawei, tentu kami juga turut mencermati hal tersebut dan saat ini kami masih mempelajari lebih lanjut mengenai kemungkinan dampaknya terhadap bisnis layanan data dan bundling smartphone kami," kata Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih kepada Tek.id.

Sebelumnya, Tek.id juga menghubungi Erajaya Group yang menjadi mitra retail Huawei. Namun, perusahaan itu belum bisa menanggapi larangan AS atas Huawei. Terkait penjualan Huawei P20 di Erafone sendiri, Direktur Marketing Komunikasi Erajaya Group Djatmiko Wardoyo mengatakan bahwa larangan itu tak berdampak pada penjualan. "Sejauh ini belum terpengaruh. Kami sedang menunggu official statement dari principal mengenai hal ini," katanya.

Dilansir Nikkei, SoftBank Jepang tak akan lagi menjual smartphone P30 Lite pada Jumat (24/5). Sementara KDDI - operator Jepang, menunda penjualan handset premium Huawei yang semula dijadwalkan masuk akhir bulan ini. Selain itu, Chunghwa Telecom milik Taiwan mengatakan mereka akan menghentikan pembelian ponsel baru Huawei untuk dijual mulai saat ini, meski perusahaan akan terus menjual model yang sudah ada di tokonya.

Operator telekomunikasi terbesar kedua Taiwan, Taiwan Mobile pun melakukan hal serupa dengan operator lainnya yang berpaling dari Huawei. Sementara itu, mayoritas operator Asia Tenggara beserta operator Australia mengatakan mereka terus menjual perangkat Huawei. Beberapa perusahaan mengatakan Huawei telah meyakinkan mereka bahwa smartphone-nya akan terus beroperasi normal. 

Globe Telecom dan PLDT Filipina bahkan masih menawarkan P30 di situs web mereka. Dua retail besar Vietnam The Gioi Di Dong, dan FPT Retail mengatakan produk-produk Huawei masih tersedia di toko-toko mereka. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: