WhatsApp siapkan fitur pendeteksi tautan mencurigakan
Perusahaan yang kini bernaung dibawah Facebook itu sedang menguji fitur baru yang disebut 'Suspicious Link Detection' atau pendeteksi tautan mencurigakan
WhatsApp merilis fitur lain untuk melawan ancaman hoaks pada platform-nya. Perusahaan yang kini bernaung dibawah Facebook itu sedang menguji fitur baru yang disebut 'Suspicious Link Detection' atau pendeteksi tautan mencurigakan.
Menurut WA Beta Info, fitur itu akan memungkinkan pengguna mendeteksi apakah tautan yang diterima mencurigakan atau tidak. Jika mencurigakan, WhatsApp akan menandai tautan itu dengan blok merah bertuliskan "suspicious link", tepat diatas kolom pesan terkait.
Sebagaimana namanya, fitur ini akan memperingatkan pengguna jika tautan yang diterimanya memiliki konten mencurigakan. Fitur ini akan mendeteksi tautan berbahaya atau spam yang diterima dalam pesan kemudian memperingatkan pengguna sebelum mereka mengkliknya.
Sejauh ini fitur pendeteksi tautan mencurigakan itu dirilis kepada pengguna WhatsApp Android versi beta. Fitur ini tersedia pada WhatsApp Beta versi 2.18.221.
- WhatsApp Rilis Fitur “About”: Cara Baru Berbagi Kabar Sehari-hari
- WhatsApp Resmi Hadir di Apple Watch, Bisa Kirim Pesan Suara dan Baca Chat Tanpa Sentuh iPhone
- Mulai Januari 2026, ChatGPT Tak Lagi Bisa Digunakan di WhatsApp
- WhatsApp Uji Coba Batas Bulanan Pesan Tanpa Balasan Untuk Hindari Spam dan Penipuan
Meski ditandai dengan blok merah, pengguna masih bisa mengklik tautan mencurigakan itu. Namun ketika diklik, WhatsApp akan memberikan peringatan bertuliskan "Tautan Mencurigakan. Tautan ini mengandung karakter yang tidak biasa. Mungkin mencoba tampil sebagai situs lain."
Dilaporkan WA Beta Info, WhatsApp menganalisa tautan yang ada dalam sebuah pesan dan memantau apakah tautan itu mengarahkan pengguna ke situs web palsu atau alternatif. WhatsApp menganalisa tautan yang diterima secara lokal tanpa mengirim data ke server-nya.
Saat ini fitur itu masih diuji oleh perusahaan. Namun demikian laporan menunjukkan fitur ini akan segera dirilis menyusul beberapa insiden yang terjadi di India karena hoaks di WhatsApp. Demikian dilansir Gadget Now.








