×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

VIDA Luncurkan ID FraudShield, Teknologi Deteksi Penipuan Identitas Berbasis AI dan Analisis Perangkat

Oleh: Tek ID - Minggu, 10 Mei 2026 11:20

VIDA meluncurkan ID FraudShield, teknologi deteksi fraud identitas digital berbasis AI dan analisis perangkat real-time.

VIDA Luncurkan ID FraudShield untuk Ungkap Penipuan Digital Peluncuran VIDA ID FraudShield. dok. VIDA

VIDA meluncurkan teknologi terbaru bernama ID FraudShield, sebuah sistem deteksi penipuan identitas digital yang menggabungkan verifikasi biometrik, analisis perangkat, hingga pemantauan perilaku pengguna secara real-time dalam satu integrasi.

Peluncuran solusi tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ancaman penipuan digital yang kini tidak lagi hanya memanfaatkan manipulasi wajah atau deepfake, tetapi juga menyerang melalui perangkat, jaringan, hingga perilaku transaksi pengguna.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian omunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah mengatakan tingginya angka penipuan digital di Indonesia membutuhkan pendekatan kolaboratif lintas sektor.

“Sebanyak 65 persen masyarakat Indonesia menerima upaya scam setidaknya sekali dalam seminggu, baik melalui email, SMS, WhatsApp, telepon, maupun media sosial,” ujar Edwin.

Menurut Edwin, perlindungan identitas digital tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak. Pemerintah, regulator, hingga pelaku industri keamanan digital perlu membangun sistem pertahanan yang terintegrasi.

Peluncuran ID FraudShield dilatarbelakangi perubahan pola serangan fraud di industri keuangan. Jika sebelumnya liveness detection dianggap cukup untuk memastikan keaslian identitas pengguna, kini pelaku kejahatan siber mulai menggunakan metode yang jauh lebih kompleks, seperti injection attack, emulator farm, hingga GPS spoofing untuk mengelabui sistem verifikasi.

Founder dan Group CEO VIDA Niki Luhur mengatakan perusahaan kini membutuhkan sistem pertahanan yang mampu memverifikasi identitas, pengguna, sekaligus perangkat yang dipakai dalam satu waktu.

“Untuk menangani metode penipuan ini, satu lapisan verifikasi saja tidak lagi cukup. Ada tiga faktor yang harus diverifikasi secara bersamaan, yakni orangnya, identitasnya, dan perangkat yang digunakan,” kata Niki Luhur.

ID FraudShield bekerja melalui dua engine utama yang berjalan bersamaan. Engine pertama adalah Biometric Liveness Detection untuk memastikan keberadaan manusia asli dan mencegah penggunaan deepfake, spoofing, maupun screen replay. 

Sementara engine kedua menganalisis perangkat dan perilaku pengguna secara real-time untuk mendeteksi indikasi fraud yang berpotensi lolos dari pemeriksaan biometrik.

Teknologi tersebut diperkuat enam lapisan pertahanan, mulai dari biometric liveness, device intelligence, behavioral analytics, network and location analysis, rule engine, hingga ID Graph atau network intelligence yang mampu menghubungkan data perangkat, biometrik, dan dokumen untuk mendeteksi sindikat fraud digital serta synthetic identity.

VIDA menyebut solusi ini dirancang untuk menjawab tantangan fraud di sektor keuangan, termasuk perbankan, multifinance, pinjaman digital, asuransi, hingga platform pembayaran digital. 

Teknologi ini diklaim dapat membantu perusahaan mendeteksi risiko penipuan lebih cepat tanpa mengganggu pengalaman pengguna maupun kepatuhan terhadap regulasi.

“Kami membangun solusi ini karena melihat sendiri bagaimana penipuan bisa lolos dari liveness tanpa terdeteksi. Lewat teknologi ini, kami ingin membantu industri mendeteksi fraud yang sebelumnya tidak terlihat,” tutup Niki.

×
back to top