Teknologi mobil hidrogen kian mutakhir

Teknologi ini dapat menghasilkan hidrogen pada suhu dan tekanan rendah serta karena kelebihannya tidak disimpan dalam kendaraan, maka meminimalkan risiko kebakaran atau ledakan.

Teknologi mobil hidrogen kian mutakhir Source: Pexels

Saat ini banyak pabrikan mobil kian serius masuk ke ranah industri kendaraan listrik. Belum lama ini, Ford dikabarkan menambah investasi sebanyak Rp12 triliun untuk membuat pabrik mobil listrik mereka. Tetapi mobil listrik masih memiliki batasan, yaitu baterai yang membutuhkan waktu lama untuk diisi ulang dan memiliki jangkauan yang terbatas. Mobil bahan bakar hidrogen lebih optimal untuk saat ini.

Memproduksi hidrogen bukanlah proses yang ramah lingkungan, hal ini membutuhkan infratruktur untuk mengisi bahan bakar dengan hidrogen. Kabar baiknya, teknologi baru dari Umass Lowell bisa menghilangkan hambatan itu.


BACA JUGA

Taksi listrik Blue Bird buka peluang Tesla masuk Indonesia

Hanya satu di dunia, VW Bug berbaterai Tesla

KIA kenalkan mobil listrik dengan dasbor layar sentuh


Dilansir dari Engadget (23/3), para peneliti di sana telah menciptakan cara untuk menghasilkan hidrogen sesuai permintaan menggunakan air, karbon dioksida dan kobalt.

Secara teoritis, hal ini akan langsung masuk ke sel bahan bakar (fuel cell), di mana ia akan bercampur dengan oksigen untuk menghasilkan listrik dan air. Listrik kemudian akan menyalakan motor listrik, baterai isi ulang, dan lampu depan.

Menurut Umass Lowell, hidrogen yang diproduksi adalah 95 persen murni, dan kendaraan tidak perlu diisi di pom isi ulang hidrogen. Sebaliknya, pemilik akan mengganti tabung dari logam kobalt yang akan menjadi bahan bakar generator hidrogen. Karena teknologi ini dapat menghasilkan hidrogen pada suhu dan tekanan rendah, serta karena kelebihannya tidak disimpan dalam kendaraan, maka meminimalkan risiko kebakaran atau ledakan.

“Sistem yang kami buat tidak mengharuskan kendaraan diisi bahan bakar di stasiun pengisian hidrogen. Teknologi kami akan menggunakan tabung logam kobalt sebagai bahan bakar untuk mengoperasikan generator hidrogen. Tabung akan ditukar ketika dikeluarkan,” kata Chemistry Department Chairman Professor UMass Lowell, David Ryan.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: