sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id samsung
  • partner tek.id realme
Kamis, 17 Jun 2021 14:13 WIB

Susul Telkomsel, Smartfren uji coba jaringan 5G

Smartfren menggelar uji coba jaringan 5G bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Susul Telkomsel, Smartfren uji coba jaringan 5G

Smartfren menggelar uji coba jaringan 5G bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Sebagaimana diketahui, Smartfren merupakan salah satu operator seluler Indonesia yang menjadi pemenang lelang pita frekuensi 2.3 GHz beberapa waktu lalu.

Kendati sudah meraih frekuensi tersebut, uji coba jaringan 5G yang dilakukan Smartfren kali ini berjalan pada frekuensi tinggi, yakni 28 GHz atau milimeter-wave (mmWave). Menurut Merza fachys, Presiden Direktur Smartfren, jika uji coba jaringan 5G dalam spektrum frekuensi 28 GHz mmWave itu dilakukan untuk dapat menentukkan spektrum frekuensi terbaik. 

“Kami ingin melangkah lebih jauh, bagaimana sifat mmWave bila digunakan untuk layanan masyarakat umum maupun layanan khusus, seperti industri atau spot-spot tertentu, yang memang membutuhkan 5G yang secara khusus. Ini yang sedang ingin kita pahami betul," kata Merza dalam konferensi pers uji coba jaringan 5G Smartfren yang digelar secara virtual (17/6).

Uji coba penerapan penggunaan jaringan 5G Smartfren dilakukan pada beberapa perangkat teknologi, seperti augmented reality, virtual reality, dan 360. Saat diuji, jaringan 5G ini dapat berjalan tanpa menghasilkan efek buffering untuk menonton video live streaming dari panoramic kamera dengan kualitas 4K UHD. Menurut Smartfren, kecepatan akses internet dari jaringan 5G ini bisa semakin mempermudah pekerjaan. 

Selain itu, uji coba juga dilakukan untuk mengukur kecepatan download jaringan 5G. Hasilnya menunjukkan jaringan 5G ini bisa menyentuh angka 1.84 Gbps. Dengan kata lain, hasil ini 5 hingga 6 kali lebih cepat dari jaringan 4G.

Mulyadi, Direktur Standarisasi Perangkat Pos dan Informatika menyatakan dukungan Kemenkominfo pada uji coba jaringan 5G yang dilakukan oleh Smartfren. Dukungan ini ditujukan untuk melihat efektivitas penerapan jaringan 5G di Indonesia.  

“Hasil uji coba ini tentu saja kita tunggu bersama karena kita ingin melihat seberapa efektif penggunaan frekuensi tinggi untuk layanan 5G, sehingga kita bisa mereview, merencanakan kembali bagaimana pita frekuensi tinggi ini digunakan layanan 5G di masa depan,” ujar Mulyadi. 

Mulyadi juga mengatakan Kemenkominfo telah menyusun Task Force demi meningkatkan partisipasi stakeholder dalam menyelenggarakan dan mempersiapkan layanan jaringan 5G. Secara spesifik, task force ini terhimpun dari lintas unit kerja di Kemenkominfo, yang memiliki program kerja untuk menangani masalah regulasi, spektrum frekuensi, infrastruktrur, model bisnis, perangkat, ekosistem, dan talenta digital.  

“Beberapa hal yang telah dikerjakan antara lain adalah penyusunan persyaratan teknis untuk perangkat 5G yang sudah ditetapkan melalui Perdirjen tentang perangkat 5G, yang saat ini baru untuk persyaratan teknis  perangkat 5G, yang bekerja di frekuensi existing,” katanya.

Mulyadi berharap uji coba yang dilakukan Smartfren ini mampu mengundang talenta-talenta muda untuk dapat memanfaatkan jaringan 5G dengan baik. Ketersediaan jaringan 5G ini juga diharapkan bisa mendorong kreasi dalam bidang teknologi, seperti aplikasi, yang berasal dari dalam negeri.
 

Share
×
tekid
back to top