Supermarket tanpa kasir Amazon Go resmi beroperasi

Amazon Go telah melewati setahun masa uji coba, dan hari ini supermarket tanpa kasir itu resmi beroperasi

Setelah setahun melakukan uji coba, Amazon Go, supermarket tanpa kasir akhirnya resmi beroperasi. Supermarket masa depan ini menjanjikan kepada pelanggannya, tanpa antrian, tanpa pemeriksaan, tanpa registrasi. Dalam laporannya, CNBC (21/1) menyebut ini akan menjadi pengubah alur permainan industri retail di masa depan.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Stiker canggih ini bisa deteksi kandungan makanan

Nike NYC mudahkan pelanggan dengan aplikasi belanja

Bill Gates yakin untung Rp2,9 miliar di bisnis toilet


Amazon Go pertama terletak di kota Seattle, Amerika Serikat. Supermarket ini memiliki lbangunan seluas 1800 kaki persegi (167,2 m persegi). Rencananya, Amazon Go hendak dibuka awal 2017 lalu. Namun setahun ini Amazon Go terus menguji supermarket tersebut sampai betul-betul siap.

Supermarket ini menggunakan teknologi pencitraan komputer, algoritma mesin kecerdasan buatan, dan gabungan beragam sensor untuk membuatnya jadi supermarket tanpa kasir. Semua teknologi ini merupakan teknologi serupa di dalam mobil otonom.

Konsumen tinggal memasang aplikasi Amazon Go  di ponsel pintar mereka. Setelah itu, konsumen tinggal mengambil belanjaan mereka di dalam supermarket. Urusan membayar belanjaan, Amazon Go tinggal menagihnya ke dalam aplikasi Amazon Go yang terpasang.

Amazon Go mampu mendeteksi apapun yang konsumen ambil dari rak. Ketika konsumen keluar dari supermarket, Amazon menghitung belanjaan secara otomatis di dalam aplikasi, lalu membuat kwitansi pembayaran.

Kekuatan Desruptif

Berdasarkan catatan Departemen Tenaga Kerja Amerika, pada Mei 2016, ada lebih dari 3,5 juta penduduk Amerika bekerja sebagai kasir. Sekitar 900 ribu kasir, bekerja di supermarket. Amazon Go pun memiliki kekuatan untuk mengeliminasi ribuan tenaga kerja tersebut. Namun bukan berarti Amazon Go menjadi swalayan yang sama sekali tidak membutuhkan tenaga kerja manusia. Hanya saja, Amazon Go yang terus menjaga stok dan rak toko tetap menarik pelanggan.

Kendati begitu, untuk meminimalisir dampak sosial, Amazon Go harus memutar otak untuk meyakinkan regulator bahwa inovasinya ini justru menciptakan lapangan kerja baru.

Selain Amazon Go, Amazon berinvestasi besar-besaran di dalam teknologi otomatisasi. Mereka terus mengembangkan inovasi baik dalam pengembangan drone maupun robot rumah tangga. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: