Siapa jawara jaringan seluler di Indonesia?

Penelitian Opensignal terbaru yang dilakukan Februari-Mei 2019 menunjukkan data baru soal bisnis telekomunikasi di Indonesia.

Hasil penelitian baru Opensignal mengenai pengelaman penggunaan jaringan seluler di Indonesia menggambarkan, dominasi Telkomsel masih bertahan. Empat dari lima metrik analisis Opensignal, memperoleh skor 75% dalam pengalaman di 16 kota terbesar di Indonesia. Selain dominasi Telkomsel, Smartfren unggul dalam ketersediaan 4G. Ini berkat investasi mereka memperluas jangkauan jaringan 4G di Indonesia.

jawara ketersediaan 4g indonesia Juli 2019


BACA JUGA

IM3 Ooredoo bakal ramaikan We The Fest 2019

Operator Tanah Air dukung pemblokiran smartphone via IMEI

Kuota internet unlimited Smartfren di Arab Saudi permudah jamaah


Sementara itu 3, Indosat, dan XL, mengalami pertumbuhan kecepatan. Ketiga operator tersebut diprediksi bisa mengejar ketertinggalan mereka dari Telkomsel. Opensignal sendiri telah melakukan pengujian pengalaman selama 90 hari mulai Februari-Mei 2019. Penelitian ini dilakukan di tingkat nasional dan regional, untuk menilik kinerja operator-operator tersebut.

Telkomsel masih mendominasi di sektor pengalaman kecepatan unduh dan unggah. Rata-rata kecepatan yang Telkomsel dapat dari proses unduh adalah 2,4 Mbps. Di 16 kota terbesar di Indonesia, Telkomsel juga menjuarai pengalaman kecepatan unduhan ini dibanding operator lain. Sementara kecepatan unggahnya rata-rata mencapai 3,7 Mbps.

Beralih ke pengalaman video (streaming) Telkomsel mencatat skor 54,3 poin dari 100. Skor ini terbilang cukup, yang berarti pengalaman streaming video masih terjadi sendatan (buffering) karena variabel masalah koneksi, utamanya pada video beresolusi tinggi. Sementara itu, Smartfren dan Indosat mendapatkan predikat buruk dalam pengalaman ini.

Catatan Opensignal, operator seluler di Indonesia perlu peningkatan karena tidak satupun operator Indonesia mampu melampui kategori skala cukup (40-55).

Pengalaman latency terendah juga ada pada jaringan Telkomsel, dengan waktu respons rata-rata 52,1 milidetik. Menurut pengukuran Opensignal, operator lainnya mencatatkan skor waktu ping minimal 63,1md (3). Telkomsel menang telak dalam kategori ini di semua kota. Hanya di Bandar Lampung, Telkomsel harus berbagi kemenangan dengan operator 3.

Smartfren menjadi raja dalam ketersediaan 4G dengan nilai lebih dari 95%. Ini pencapaian pertama bagi operator Indonesia. Hanya saja metrik lain tidak bisa mereka pertahankan dengan baik. Opensignal pun menilai pertumbuhan peningkatan ketersediaan 4G bagi lima operator lain menunjukkan kematangan di pasar Indonesia.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: