Sentuhan Microsoft pada VR bantu orang dengan penglihatan terbatas

Toolkit yang dikenal sebagai SeeingVR tersebut telah diuji pada 11 orang dengan masalah pengelihatan, dan tim menemukan bahwa semua peserta dapat menyelesaikan tugas-tugas.

Sentuhan Microsoft pada VR bantu orang dengan penglihatan terbatas Source: Pexels

Para peneliti Microsoft sedang mencoba untuk menghadirkan perangkat Virtual Reality (VR) yang juga dapat dinikmati untuk pengguna dengan pengelihatan terbatas. Dilansir dari Engadget (19/4), lantaran kemampuan penglihatan pada setiap orang dapat berbeda-beda, tim Microsoft memutuskan pendekatan pada perangkat sehingga pengguna dapat menyesuaikan pengalaman mereka.

Perangkat tersebut ada 14 buah, termasuk lensa bifocal, kaca pembesar, kontrol untuk menyesuaikan kecerahan dan kontras, peningkatan tepi dan pengukuran kedalaman. Pengguna juga dapat memilih untuk memiliki objek dalam adegan yang dibacakan secara lantang.


BACA JUGA

Pemerintah Jerman larang pelajar gunakan Office 365

Microsoft sisipkan iklan di ponsel Android 

Microsoft siapkan konsol Xbox khusus untuk streaming gim


SeeingVR tersebut telah diuji pada 11 orang dengan masalah pengelihatan, dan tim menemukan bahwa semua peserta dapat menyelesaikan tugas-tugas seperti pengambilan gambar objek atau pemilihan menu lebih cepat menggunakan SeeingVR, bila dibandingkan dengan mode default.

Perangkat tersebut saat ini hanya tersedia untuk pengembang Unity VR. Tetapi karena Unity adalah salah satu platform pengembang VR terbesar, teknologi baru ini masih dapat diadopsi secara luas dengan waktu yang tidak terlalu lama.

Mahasiswa pascasarjana Cornell Tech dan staf magang Microsoft Yuhang Zhao akan mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam makalah yang berjudul “SeeingVR: Seperangkat Alat untuk Membuat VR Lebih Dapat Diakses oleh Orang-Orang dengan Pengelihatan Rendah” pada konferensi CHI tahun ini Glasgow. Makalah ini merangkum penelitian bersama yang dilakukan dengan peneliti Microsoft ED Cutrell, Cristian Holz, Eyal Ofek, Andrew Wilson dan Meredith Ringel Morris.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: