Telkomsel sebut sebagian besar gamer Indonesia adalah pekerja kantoran

Dalam data yang mereka terima dari Newzoo, disebutkan bahwa 45 persen gamer di Indonesia merupakan pekerja kantoran.

Telkomsel sebut sebagian besar gamer Indonesia adalah pekerja kantoran Presdir Telkomsel, Emma Sri Martini

Banyak orang yang berpendapat bahwa saat ini gamer paling banyak berasal dari kalangan anak-anak dan remaja. Hal ini dikarenakan selama ini lebih banyak golongan umur tersebut yang mengikuti perlombaan eSport, baik tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

Ternyata, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Direktur Utama Telkomsel, Emma Sri Martini dalam pemaparan bisnis mereka baru baru ini, menyebutkan bahwa ada dua layanan mereka yang paling banyak digunakan untuk bermain gim.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Dunia Fortnite kiamat, gamer tak bisa masuk ke dalam gim

Ingin main Red Dead Redemption II di PC? Cek dulu spesifikasi minimalnya

Nvidia bakal baw Ray Tracing ke gim lawas


“Para pengguna Loop tercatat cukup banyak mengkonsumsi data untuk gim. Tapi, pengguna Simpati kami juga tercatat banyak memainkan gim,” kata Emma saat berbicara di sebuah acara yang diselenggarakan di ICE BSD, Jumat (14/9/2019). 

Seperti diketahui, Simpati merupakan layanan telekomunikasi mereka yang penggunanya sebagian besar adalah pekerja kantoran. Hal ini cukup membuktikan bahwa ternyata, kalangan pekerja kantoran lah yang banyak bermain gim ketimbang anak-anak dan remaja.

Selain itu, apa yang disebutkan oleh Emma tersebut juga didukung oleh data yang dikeluarkan oleh Newzoo. Dalam presentasi yang dia lakukan, memperlihatkan bahwa Newzoo menyebut 45 persen gamer di Indonesia datang dari kalangan pekerja kantoran.

“Di sisi lain, menurut Newzoo, hanya ada 10 persen saja gamer yang berasal dari kalangan pelajar,” ungkapnya.

Sedangkan untuk rentang usia gamer, rata-rata usia yang bermain gim didominasi pada usia 21 hingga 40 tahun, dengan presentasi 53 persen. “Sedangkan untuk gamer yang berada di usia 10 sampai 20 tahun hanya 34 persen.”

Tak ketinggalan, dia juga menyebutkan bahwa kesenjangan gender antar gamer di Indonesia sangat kecil. “Gamer di Indonesia 51 persen didominasi oleh pria, sedangkan 41 persen,” sebutnya.

Sementara itu, dia juga menyebutkan bahwa Indonesia saat ini digempur oleh gim dari Tiongkok. “60 persen gim terlaris di platform mobile datang dari Tiongkok. Eropa di posisi kedua dengan total 18 persen. Dan Jepang di posisi ketiga dengan 10 persen,” pungkasnya..

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: