Sasar segmen bisnis, Epson hadirkan proyektor berkecerahan tinggi

Epson meluncurkan beragam proyektor bisnis terbaru yang memiliki kecerahan tinggi hingga 6.000 lumen

Sasar segmen bisnis, Epson hadirkan proyektor berkecerahan tinggi

Dewasa ini, banyak kantor yang memiliki desain berbahan dinding kaca ketimbang bahan material lain (contoh: beton). Selain menarik perhatian secara estetika, desain dinding berbahan kaca akan menjadikan banyak cahaya masuk sehingga ruangan kantor akan lebih terang. Oleh karena itu, banyak kantor-kantor yang membutuhkan proyektor bisnis dengan kecerahan tinggi agar hasil proyeksi dapat dilihat dengan jelas meski kondisi ruangan terang.

Menanggapi hal tersebut, Epson meluncurkan beragam proyektor bisnis terbaru yang memiliki kecerahan tinggi hingga 6.000 lumen. Proyektor berbasis teknologi laser ini juga diklaim memiliki keunggulan kemudahan pemasangan untuk presentasi dan penggunaan dalam konferensi serta menghasilkan kualitas gambar unggulan. Proyektor tersebut adalah EB-L610W dan EB-L610U (dilengkapi dengan kecerahan 6.000 lumen) serta EB-L510 yang memiliki kecerahan 5.000 lumen. Oiya, perbedaan antara proyektor EB-L610W dan EB-610U adalah resolusinya, yang mana EB-L610W menawarkan resolusi 1280 x 800 piksel sedangkan EB-L610U menawarkan 1920 x 1200 piksel.

“Kami melihat banyak permintaan kantor yang menginginkan proyektor dengan kecerahan tinggi. Karena saat ini ruang kantor didesain banyak kaca, sehingga banyak cahaya masuk. Proyektor bisnis terbaru kami sari seri EB-L500/L600 menghadirkan kecerahan tinggi, yang mana kedua proyektor tersebut memiliki desain dan fitur yang sama. Namun seri EB-L600 memiliki kecerahan 6.000 lumen, sedangkan seri EB-L500 memiliki kecerahan 5.000 lumen,” kata Product Marketing Manager, Visual Instrument (Projector), PT Epson Indonesia, Zanipar S.A Siadari.

Karena menggunakan sumber pencahayaan laser, proyektor seri EB-L500/L600 menjanjikan umur lampu panjang hingga 20.000 jam pemakaian mode normal dan hingga 30.000 jam pada mode tambahan. Epson juga menjelaskan proyektor ini sangat minim pemmeliharaan sehingga pengguna dapat menghemat biaya.

Proyektor tersebut dibalut dengan warna putih yang menurut Epson akan dengan mudah menyatu dengan ruangan kantor atau perkuliahan. Bobotnya yang hanya 8,5 kilogram menjadikannya “mudah ditempatkan di manapun, termasuk di langit-langit.”

Pada ruang demonstrasi, saya melihat proyektor Epson EB-L610U memang menghasilkan hasil proyeksi sangat terang; dan tentu saja dapat digunakan untuk presentasi di ruang rapat terang. Bodi proyektor ini dibuat sesederhana mungkin sehingga minim lekukan. Seperti yang diketahui, banyak lekukan pada bodi proyektor akan menyulitkan pengguna saat melakukan pembersihan.

Epson EB-L610U diklaim mampu menghadirkan hasil proyeksi hingga 500 inci. Namun pada saat demonstrasi, proyektor tidak ditembakkan terlalu jauh dari layar sehingga menghasilkan konten sekitar 42 inci. Dengan resolusi 1920 x 1200 piksel, hasil gambar yang ditampilkan terlihat tajam. Selain itu, warna yang dihasilkan sangat terang; dan, tentu saja tidak ada gangguan rainbow effect lantaran menggunakan teknologi LCD.

Hal yang saya suka dari proyektor terbaru Epson adalah hadirnya fitur Lens Shift yang dapat diakses menggunakan tuas putar di bagian atas proyektor. Menggunakan cara tersebut, saya mencoba mengatur kalibrasi tata letak proyeksi dengan lebih mudah ketimbang menggunakan remote control. Selain itu, fungsi zoom dan fokus dapat juga dilakukan secara manual yang memutar dua ring di pinggir lensa. Karena menggunakan zoom optik, saya melihat kualitas gambar tetap stabil meski dibesarkan hingga batas maksimal.

Soal harga, Epson mematok proyektor EB-L610U dengan banderol Rp 70 juta, EB-L610W dengan Rp 65 juta, dan EB-L510U seharga Rp 55 juta.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: