Ransomware kini berpotensi serang kamera DSLR

Check Point Software Technologies mengeluarkan laporan yang merinci bagaimana peneliti keamanannya dapat menginstal malware dari jarak jauh pada kamera DSLR.

Ransomware kini berpotensi serang kamera DSLR Source: Pexels

Serangan ransomware telah menjadi ancaman utama bagi sistem komputer dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya, ia dapat mengunci pengguna untuk mengakses komputer pribadi, rumah sakit, pemerintah kota, dan institusi pentung lainnya. Dilansir dari The Verge (11/8), para peneliti keamanan telah menemukan bahwa kini perangkat lain seperti DSLR kemungkinan bisa terjangkit serangan ransomeware.

Check Point Software Technologies mengeluarkan laporan yang merinci bagaimana peneliti keamanannya dapat menginstal malware dari jarak jauh pada kamera DSLR. Di dalamnya, peneliti Eyal Itkin menemukan seorang peretas dapat dengan mudah menanam malware di kamera digital. Dia mengatakan bahwa Picture Transfer Protocol yang terstandarisasi adalah metode yang ideal untuk mengirimkan malware. Metode ini dapat memanfaatkan Wi-Fi dan USB untuk menyebarkan malware. Laporan tersebut mencatat bahwa individu dengan titik akses Wi-Fi yang terinfeksi dapat menyebarkannya di tujuan wisata untuk melakukan serangan, atau menginfeksi PC pengguna.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Kamera baru Canon mirip gantungan kunci

Peneliti berhasil kembangkan lensa datar untuk ponsel

Kamera 360 derajat terbaru dari GoPro dijual Rp7,1 juta


Dalam sebuah video, Itkin memamerkan bagaimana ia dapat mengeksploitasi Canon EOS 80D melalui Wi-Fi dan mengenkripsi gambar pada kartu SD sehingga pengguna tidak dapat mengaksesnya. Dia juga mencatat bahwa kamera bisa menjadi target yang sangat baik bagi peretas, penuh dengan gambar pribadi yang penting. Dalam serangan ransomware nyata, seorang peretas biasanya akan meminta sejumlah kecil uang sebagai ganti kunci yang akan membebaskan file terkunci.

Check Point juga pernah mengungkapkan kerentanan terhadap Canon pada bulan Maret, dan keduanya mulai bekerja pada bulan Mei untuk mengembangkan patch keamanan. Pekan lalu, Canon mengeluarkan penasehat keamanan, memberi tahu orang-orang untuk menghindari menggunakan jaringan Wi-Fi tanpa keamanan, mematikan fungsi jaringannya ketika tidak digunakan. Terakhir mereka menyarankan untuk memperbarui serta menginstal patch keamanan baru ke kamera itu sendiri.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: