sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id benq
Jumat, 01 Nov 2019 19:29 WIB

Ini rahasia di balik kamera iPhone 11 Pro

Banyak yang setuju bila kualitas iPhone terbaru disebabkan oleh pengolahan software mutakhirnya. Salah satu yang membuatnya andal adalah, sebelum pengguna menekan tombol shutter, demi mengurangi gangguan latensi, iPhone 11 Series sudah mengambil foto.

Ini rahasia di balik kamera iPhone 11 Pro

Pada 10 September 2019, Apple meluncurkan seri ponsel pintar terbaru mereka iPhone 11. Ada beragam fitur yang menarik untuk dikaji. Kali ini tim tek.id, merangkum dari ragam sumber, mencoba menemukan rahasia di balik mesin fotografi iPhone 11, utamanya iPhone 11 Pro, dan Pro Max.

Hal baru yang patut menjadi fokus adalah perbaikan di sektor User Interface (UI) aplikasi kamera bawaannya. Sebagai salah satu perusahaan yang memperhatikan betul soal software, Apple menunjukkan tajinya dalam menggarap UI ini. Tidak banyak yang mengira, dengan tambahan kemampuan di UI saja, memberi perbedaan signifikan pada iPhone 11 Pro dan Pro Max.

Interface kameranya saat membidik objek foto, sebenarnya sudah memperlihatkan bagaimana posisi objek, saat terekam dalam mode ultra-wide. Perlu pembaca ketahui, ada tiga opsi pembidikan dalam iPhone 11 Pro dan Pro Max, yaitu bidikan normal, wide, dan ultra-wide.

Interface baru ini juga berpengaruh pada saat melakukan pembesaran ke objek foto. Pada smartphone lain dengan fitur multi kamera serupa, biasanya akan menciptkan gambar kurang sempurna, kala melakukan pembesaran. Hanya saja, karena pembesaran gambar berlaku pada fitur video di iPhone 11 Pro dan Pro Max, maka mau tidak mau, Apple harus memuluskan sistem ini. Biar saat melakukan pembesaran objek jadi lebih halus.

DxO Mark (20/9), platform terpercaya yang selama ini menjadi rujukan reviewer untuk hasil pengujian kamera smartphone mengevaluasi sistem kerja pembesaran tidak hanya pada iPhone 11 Pro. Mereka juga membandingkanya dengan dua flagship lain, Samsung Galaxy S10+, dan Huawei P30 Pro.

Hasil pembuktian DxO Mark menyebutkan, iPhone 11 Pro lebih halus melakukan proses pembesaran di aplikasi kameranya, daripada dua flagship lain.

Lapisan-lapisan bingkai foto

Dalam laporan yang diturunkan Popular Science (30/10) rolling buffer ini merupakan sistem yang menangkap sembilan foto sekaligus, delapan di antaranya terekam bahkan sebelum pengguna menyentuh tombol shutter. Empat bingkai foto dari delapan frame berfungsi untuk mempertajam gambar sebaik mungkin. Empat bingkai lainnya untuk mencapai eksposur cahaya demi menghasilkan detil dan warna terbaik objeknya.

Penjelasan teknis pada saat acara peluncuran Apple sendiri, lapisan-lapisan pra foto ini memiliki karakter masing-masing, tidak cuma satu eksposur saja. Ada yang berkarakter Auto Exposure, Auto White Balance, Auto Focus, Noise Reduction, Local Tone Maping, Highlight Details, dan Image Fusion.

Sebagai informasi, iPhone XS tahun lalu memperkenalkan Smart HDR, yang menggabungkan pemotretan model gambar over-exposure dan under-exposure demi memastikan hasil gambar lebih detil dalam bayangan dan highlight. Cara kerja inilah yang ditingkatkan oleh Apple dalam seri iPhone 11 mereka saat ini.

Ketika iPhone 11 Series meluncur, fitur Smart HDR menjadi semakin mutakhir lagi. Pada iPhone XS dan XR, Smart HDR terkadang terasa membutuhkan waktu lama untuk memproses lantaran harus menghaluskan tekstur di beberapa tempat, atau menghilangkan highlight ketika tidak diperlukan. Malahan terkadang gagal sepenuhnya, dan hasilnya menjadi over-exposure.

Semua proses panjang ini dilakukan secara instan pada otak CPU A13 bionic pada mesin iPhone 11 secara real-time (langsung). Dengan begitu pengalaman pengguna terasa cepat tanpa repot-repot memikirkan semua proses tersebut. Inilah yang membuat A13 Bionic meningkatkan kemampuan mesin Neural mereka, agar mampu menganalisa tiap piksel gambar yang tertangkap mata lensa seri iPhone 11.

Smart HDR memanfaatkan pendekatan yang mutakhir. Pemrosesan setiap gambar yang diambil dalam macam-macam eksposure dilakukan dengan sangat cepat dan terjadi dalam waktu nyata (real-time).

Detail

Dalam hal ketajaman, iPhone 11 Series mampu menampilkan detail yang luar biasa. Detail adalah sesuatu yang selalu kita inginkan dalam fotografi. Apple melakukan dua pendekatan demi meningkatkan ketajaman detail foto yang ditangkap, yakni memperbaiki hardware dan software kamera pada seri iPhone 11.

Ada beberapa perbaikan pada sektor hardware yang terbilang sederhana, namun berdampak signifikan. Rentang ISO-nya, bertambah sebanyak masing-masing 33 persen di kamera utama dan 42 persen pada kamera telefoto. Sebagai informasi, ISO adalah ukuran kepekaan sensor kamera terhadap cahaya.

Ketika memotret dalam kondisi minim cahaya, pengguna dapat meningkatkan pengaturan ISO. Ini memungkinkan mereka memotret dengan shutter speed yang lebih cepat. Tetapi sayangnya pengaturan ISO tinggi, rentan terhadap gangguan noise, sehingga membutuhkan fitur noise-reduction. Noise-reduction yang kurang mumpuni akan menyebabkan pengurangan ketajaman pada gambar.

Banyak yang mengira ISO maksimum pada iPhone 11 digunakan hanya untuk mode malam. Ada hal yang perlu diingat: ISO minimum pada iPhone 11 Series sedikit lebih tinggi, yang berarti secara teori nilai ISO minimum iPhone 11 Series akan menampilkan noise dibandingkan dengan iPhone XS dan XR. Kendati begitu, iPhone 11 mampu menjaga detil gambar dengan noise minimum.

Triknya, pada software iPhone 11, kini telah membagi gambar di berbagai area secara otomatis dan kemudian menerapkan noise reduction untuk masing-masing area tersebut. Perusahaan tersebut menyebutnya sebagai “Photo Segmentation”. Mereka menggunakan machine learning untuk membagi foto menjadi potongan-potongan kecil dan memproses masing-masing secara individual. Hal yang sangat mengesankan adalah bahwa semua itu dilakukan dalam sekejap.

Dalam Night Mode iPhone 11, pengguna juga dapat melihat detil yang menghilang di beberapa area, tetapi tidak terlalu berpengaruh pada performa keseluruhan. Night Mode memiliki kemampuan luar biasa karena menghasilkan foto yang tajam, ketajaman detil inilah yang dipilih oleh kamera selama pemrosesan.

Meskipun agak sulit untuk melihat langsung perbedaan kualitas noise reduction yang digunakan antara iPhone 11 dan iPhone XS, tetapi fitur noise reduction pada iPhone 11 berperforma lebih andal untuk menghilangkan gangguan noise tanpa mengorbankan ketajaman detil. Kita bisa berspekulasi noise reduction terbaru mungkin menggunakan machine learning untuk ‘mengisi’ detail yang hilang. Teknik ini sudah dilakukan oleh banyak teknologi noise reduction modern.

Lensa ultra lebar adalah yang ‘paling lambat’ dari ketiga lensa belakang iPhone 11 Pro series, dengan demikian Apple tidak terlalu memaksanya untuk menggunakan ISO tinggi. Lensa ini juga menghadapi tantangan unik bernama ‘penyimpangan warna atau chromatic aberration’, atau dengan kata lain, ‘tepian ungu (purple fringe)’. Sekali lagi, karena software yang dimiliki kamera iPhone 11 Series memiliki performa yang unggulan, maka gangguan tersebut dapat dihilangkan dengan cara yang optimal.

    Share
    ×
    tekid
    back to top