Tinggalkan Windows, Prancis Beralih ke Linux demi Kedaulatan Digital Eropa
Prancis tinggalkan Windows dan beralih ke Linux sebagai langkah memperkuat kedaulatan digital dan kurangi ketergantungan teknologi asing.
Ilustrasi sistem operasi Linux. dok. freepik
Pemerintah Prancis resmi mengambil langkah besar dengan meninggalkan sistem operasi Microsoft Windows dan beralih ke Linux untuk perangkat kerja pemerintahan.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi lebih luas untuk memperkuat kedaulatan digital di kawasan Eropa.
Langkah tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran negara-negara Eropa terhadap ketergantungan pada teknologi asing, khususnya dari perusahaan besar asal Amerika Serikat dan China.
Pemerintah Prancis menilai, kontrol terhadap infrastruktur digital menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan data dan stabilitas sistem nasional.
Peralihan ke Linux dilakukan secara bertahap, dimulai dari workstation pemerintahan. Selain itu, Prancis juga tengah menyiapkan migrasi data kesehatan ke platform baru yang ditargetkan rampung pada akhir 2026, sebagai bagian dari transformasi digital yang lebih mandiri.
Sebelumnya, pemerintah Prancis juga telah mengganti layanan konferensi video berbasis Zoom dan Microsoft Teams dengan solusi lokal bernama Visio.
Langkah ini semakin menegaskan arah kebijakan digital yang berfokus pada pengembangan teknologi domestik.
Dorongan menuju kedaulatan digital semakin menguat di tengah dinamika geopolitik global, terutama setelah kebijakan proteksionisme teknologi dari Presiden AS Donald Trump yang memicu ketegangan dengan Uni Eropa.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, mengatakan kedaulatan digital merupakan prinsip yang tidak bisa ditawar.
“Saya ingin menegaskan dengan sangat jelas: kedaulatan digital kita adalah kedaulatan digital kita.” ujarnya dalam forum keamanan internasional di Munich, Jerman, dikutip dari Engadget.
Sejumlah pengamat menilai langkah Prancis ini bukan sekadar keputusan teknis, melainkan strategi geopolitik jangka panjang.
Ketergantungan pada teknologi asing dinilai berpotensi menjadi alat tekanan, terutama dalam konteks dominasi global di sektor cloud, kecerdasan buatan, hingga chip semikonduktor.
Kebijakan ini juga sejalan dengan dorongan di Eropa untuk memperkuat inovasi teknologi lokal, meski diakui bahwa alternatif domestik belum sepenuhnya tersedia di semua sektor.
Dengan beralih ke sistem open-source seperti Linux, Prancis berharap dapat meningkatkan kontrol atas data, menekan biaya lisensi, serta menciptakan ekosistem teknologi yang lebih mandiri dan berkelanjutan di masa depan.









