sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id praxis
Jumat, 24 Jan 2020 19:20 WIB

Ponsel bos Amazon diretas via WhatsApp

Pesan ini diduga berisi file video yang sangat mungkin mengandung malware yang memungkinkan “sejumlah besar data” dihapus secara diam-diam.

Ponsel bos Amazon diretas via WhatsApp
Source: PCMag

Bos Amazon, Jeff Bezos, pernah menjadi korban peretasan pada tahun 2018 setelah menerima pesan dari aplikasi WhatsApp yang tampaknya dikirim dari akun pribadi putra mahkota Arab Saudi. Pelanggaran tersebut dilakukan pada awal Mei 2018, ketika Bezos menerima pesan yang tidak diminta dari putra mahkota Saudi – atau entitas yang mengendalikan akun WhatsApp-nya.

Pesan ini diduga berisi file video yang kemudian disimpulkan oleh analisis forensik digital bahwa sangat mungkin mengandung malware yang memungkinkan “sejumlah besar data” dihapus secara diam-diam dari ponsel CEO Amazon tersebut. Untuk sementara ini sebagian besar detail kasus masih belum diketahui.

The Guardian belum mengidentifikasi pihak yang melakukan analisis forensik digital tersebut. Meski beberapa laporan menunjukkan sejumlah besar data pribadi dari ponsel Benzos terhapus, tidak ada informasi yang jelas mengenai jenis data apa yang akhirnya dikumpulkan. Untuk sementara, belum jelas apa peran putra mahkota Saudi (jika ada) dalam penyebaran malware. Laporan Guardian secara khusus mencatat bahwa file jahat tersebut berasal dari nomor yang digunakan oleh Mohammed bin Salman.

Jika benar demikian, serangan itu merupakan upaya yang sangat berani dari pemerintah Saudi untuk mendapatkan pengaruh orang terkaya di dunia. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan serius seputar data apa yang mungkin telah digunakan setelah serangan itu terjadi.

Lima bulan setelah pesan itu dikirim dari akun WhatsApp MBS (Mohammed bin Salman), Jamal Khashoggi dari Washington Post dan kritikus pemerintah Saudi, dibunuh di Istanbul. Beberapa bulan setelah itu, pesan teks dan gambar yang dikirim Bezos ke selingkuhannya, mantan pembawa acara televisi Lauren Sanchez, diterbitkan oleh National Enquirer.

Laporan Guardian mencatat bahwa Bezos dan putra mahkota Saudi telah sedang melakukan percakapan WhatsApp yang tampaknya tidak berbahaya sebelum file tersebut dikirim. Tidak mengejutkan karena MBS telah lama membina hubungan dengan sang elit Silicon Valley. Selain itu, Bezos memiliki kepentingan dalam menjaga hubungan persahabatan dengan pemerintah Saudi.

Pada awal 2019, Amazon berencana untuk memperluas jangkauan e-commerce ke Arab Saudi serta UAE.  Perusahaan milik Bezos itu pun mempertimbangkan untuk membuka data center AWS di kerajaan Saudi. Bahkan sekarang, Amazon memiliki 22 daftar lowongan pekerjaan di Arab Saudi, sebagian besar di ibu kota Riyadh.

Namun, pembunuhan Khashoggi dan kebocoran data Bezos dengan cepat menyebabkan hubungan apa pun yang ada antara Amazon dan pemerintah Saudi memburuk. Pada Maret 2019, setelah terungkap secara terbuka tentang perselingkuhan Bezos, kepala keamanan Amazon Gavin de Becker menulis dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Daily Beast bahwa “penyidik dan beberapa ahli kami menyimpulkan dengan keyakinan tinggi bahwa Saudi memiliki akses ke ponsel Bezos, dan memperoleh informasi pribadi.” Demikian dilansir dari Engadget (24/1).

Share
×
img
×
tekid
back to top