Penyedia server Super Micro pindahkan produksi chip keluar China

Tidak diragukan lagi Super Micro mengambil tindakan untuk melindungi merek dan posisinya sebagai penyedia server terbesar ketiga setelah HP dan Dell.

Penyedia server Super Micro pindahkan produksi chip keluar China Source: Pexels

Penyedia server Super Micro diinformasikan tengah memindahkan produksi keluar dari China dalam upaya untuk menghilangkan kekhawatiran pelanggan AS tentang mata-mata, meskipun tes independen tidak menunjukkan bukti spionase di dunia maya.

Dilansir dari Engadget (2/5), perusahaan juga telah mengumumkan rencananya untuk memperluas fasilitas pabrik sendiri untuk membantu mengurangi risiko. Seorang juru bicara perusahaan mengatakan Super Micro ingin menjadi lebih mandiri tanpa bergantung hanya pada mitra outsourcing yang sebagian besar produksinya berada di China.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Monitor gaming Xiaomi punya layar melengkung

BenQ punya monitor baru untuk edit foto dan video

AOC puaskan gamer dengan monitor gaming cepat 240 Hz dan 0,5 ms


Masalah Super Micro dimulai tahun lalu, ketika Bloomberg melaporkan salah satu perusahaan telekomunikasi besar AS telah menemukan “hardware yang dimanipulasi” dari Super Micro, lalu dimodifikasi di sebuah pabrik di Guangzhou, dalam jaringannya. Peneliti keamanan ternama, Yossi Appleboum, juga mengatakan bahwa perusahaan lain telah menjadi “korban” Cina yang memodifikasi hardware untuk mengawasi.

Namun, audit independen menjelaskan bahwa jika ada chip mata-mata Cina pada server Super Micro, maka akan sulit ditemukan. Pengujian tidak menemukan bukti hardware berbahaya pada motherbard.

Meskipun tidak ada bukti kuat dari pelanggaran, keputusan Super Micro untuk memindahkan produksi pemasok timbul saat kekhawatiran keamanan tentang teknologi Cina sedang meningkat. Menurut spesialis rantai pasokan teknologi Digitimes Research, Cina memproduksi sekitar 90 persen dari motherboard yang digunakan di server yang dikirim ke seluruh dunia pada 2017. Tahun lalu angka itu turun menjadi kurang dari 50 persen.

Tidak diragukan lagi Super Micro mengambil tindakan untuk melindungi merek dan posisinya sebagai penyedia server terbesar ketiga setelah HP dan Dell.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: