sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id samsung
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id realme
Selasa, 21 Jun 2022 11:05 WIB

Penipuan kripto marak terjadi di LinkedIn

Seorang agen khusus FBI, Sean Ragan, memberikan peringatan kepada pengguna LinkedIn atas banyaknya penipuan di platform tersebut.

Penipuan kripto marak terjadi di LinkedIn
pixabay

Platform jejaring profesional, LinkedIn, dilaporkan menjadi salah satu situs yang marak terjadi kasus penipuan akhir-akhir ini. Fenomena ini ditemukan oleh seorang agen khusus FBI yang bertanggung jawab atas kantor lapangan di San Francisco dan Sacramento, California.

Dilansir dari Engadget (21/6), pihak perusahaan juga telah mengakui adanya peningkatan penipuan pada platform media sosial profesional miliknya. Kali ini, penipuan tersebut dilakukan dengan membujuk pengguna untuk melakukan investasi dalam cryptocurrency

Seorang agen khusus FBI, Sean Ragan, menganggap jika hal tersebut merupakan ancaman yang signifikan bagi perusahaan LinkedIn. Pasalnya, modus penipuan ini masih tergolong baru dan belum banyak diketahui. 

Ragan menyebut, para penipu biasanya akan berpura-pura menjadi seorang profesional untuk menjangkau sejumlah pengguna aplikasi LinkedIn. Modus ini dilakukan dengan melakukan perbincangan ringan dengan dalih membantu pengguna LinkedIn menghasilkan uang melalui investasi kripto. 

“FBI telah melihat peningkatan penipuan investasi khusus ini,” ujar Ragan kepada CNBC, dikutip dari Engadget

Lebih lanjut, Ragan juga mengatakan kepada pengguna LinkedIn untuk lebih berhati-hati. Pasalnya, pengguna yang mempunyai kecenderungan untuk berbicara dengan orang baru akan menjadi sasaran penipu untuk melangsungkan aksinya. 

Lewat sebuah pernyataan yang diterbitkan, LinkedIn mendorong pengguna untuk melaporkan profil yang mencurigakan. Perusahaan juga menyarankan pengguna agar terhubung dengan orang yang benar-benar dikenal dan dipercayai. 

Direktur Kepercayaan, Privasi, dan Ekuitas LinkedIn, Oscar Rodriguez, dalam pernyataan tersebut mengungkapkan jika penipuan ini dilakukan dengan meminta pengguna untuk mengirimkan sejumlah uang ataupun cryptocurrency. Ia juga mengatakan, perusahaan tidak sepenuhnya bergantung pada pengguna yang melaporkan akun mencurigakan sebagai satu-satunya pertahanan untuk melawan penipu di platform LinkedIn. 

Sejauh ini LinkedIn melaporkan, 96 persen akun palsu dan 99,1 persen akun spam serta penipuan telah berhasil dideteksi oleh perusahaan. Selanjutnya, akun tersebut dihapus oleh pihak pertahanan otomatis dari LinkedIn. 

“Sementara pertahanan kami menangkap sebagian besar aktivitas kasar, anggota kami (pengguna) juga dapat membantu menjaga LinkedIn tetap aman, terpercaya, dan profesional,” tulis Rodriguez dalam pernyataannya.

Share
×
tekid
back to top