Pengguna aktif harian Twitter meningkat pada Q1 2020
Twitter mengungkapkan terdapat lonjakan pada pengguna aktif hariannya menjadi 166 juta pengguna dan mengalami peningkatan 24 persen.
Source: Vox
Twitter telah melaporkan pendapatan Q1 2020-nya. Dilansir dari Phone Arena (1/5), perusahaan mengungkapkan bahwa terdapat lonjakan pada pengguna aktif hariannya dari 134 juta pada Q1 2019, menjadi 166 juta pengguna dan mengalami peningkatan 24 persen.
Kenaikan jumlah pengguna aktif harian ini berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. Diketahui lonjakan penggunaan tersebut juga membantu perusahaan meraup pendapatan senilai USD808 juta, mengalami pertumbuhan 3 persen dari tahun ke tahun. Ini di atas perkiraan analis sebelumnya dengan memperkirakan pendapatan USD773 juta.
Twitter juga telah melewati estimasi laba dan melaporkan net loss senilai USD8,4 juta. Diketahui ini telah dihubungkan dengan kenaikan biaya dan pengeluaran sebesar 18 persen. Pada pertengahan Maret, perusahaan juga telah mengatakan bahwa meskipun mendapatkan peningkatan pengguna aktif, namun pendapatan iklan mereka mengalami penurunan karena virus corona.
Meskipun terdapat peningkatan pengguna aktif harian yang luar biasa, perusahaan juga mendapatkan pertumbuhan dua digit pada 10 pasar teratasnya selama Q1 2020. Twitter juga mengatakan bahwa menjelang akhir Maret, jumlah pengguna aktif harian mulai stabil. Jadi, pendapatan tumbuh dari Januari hingga awal Maret, dan mulai menurun sesudahnya.
"Dalam masa yang sulit ini, tujuan Twitter terbukti lebih vital dari sebelumnya. Kami membantu dunia agar tetap mendapat informasi, dan menyediakan cara unik bagi orang-orang untuk bersama-sama membantu atau sekadar menghibur dan mengingatkan satu sama lain tentang koneksi kami. Kami telah mengumumkan pertumbuhan pengguna aktif harian kami yang terkuat dari tahun ke tahun. Percakapan publik dapat membantu dunia belajar lebih cepat, memecahkan masalah umum, dan menyadari bahwa kita semua terlibat bersama. Tugas kami sekarang adalah memastikan bahwa kami mempertahankan hubungan itu dalam jangka panjang dengan banyak orang yang baru mengenal Twitter," kata CEO Twitter, Jack Dorsey.








