sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
Jumat, 30 Jul 2021 13:13 WIB

Pengembangan Laptop Merah Putih gandeng Zyrex, Axioo hingga Advan

Selain pengadaan Laptop Merah Putih, pemerintah melalui Kemendikbudristek akan mengembangkan laptop buatan dalam negeri berkolaborasi bersama berbagai pihak.

Pengembangan Laptop Merah Putih gandeng Zyrex, Axioo hingga Advan
Credit: Unsplash

Pemerintah Indonesia sedang gencar mendorong penggunaan produk Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam negeri. Ini dilakukan dengan salah satunya mengusung program penggunaan laptop yang diproduksi di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pengadaan dari produk TIK. Program yang bertajuk Laptop Merah Putih ini, pada dasarnya memiliki tujuan untuk mendorong penggunaan produk laptop yang diproduksi dan menggunakan sumber daya di dalam negeri.

Keberlangsungan program ini diharapkan dapat mengurangi angka impor pada produk TIK. Tahun ini, pemerintah memiliki anggaran sekitar Rp3,7 triliun untuk pengadaan Laptop Merah Putih sebanyak 431.730 unit. Secara total anggaran program, pemerintah mengaku telah menyiapkan Rp17,42 triliun yang akan digelontorkan selama 2021 hingga 2024 mendatang. Nadiem Anwar Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, berkata untuk menjalankan digitalisasi pendidikan, pemerintah akan mengirimkan 190.000 laptop merah putih pada 12.000 sekolah dengan anggaran Rp1,3 triliun untuk tahun ini.

Sedangkan anggaran Rp2,4 triliun menjadi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Daerah, digunakan untuk pembelian 240.000 laptop merah putih. Selain belanja laptop merah putih, Kemendikbudristek juga akan mengembangkan laptop merah putih sendiri yang dilakukan dengan berkolaborasi bersama beberapa pihak, antara lain konsorsium perguruan tinggi (ITB, ITS, dan UGM), Kementerian Perindustrian, industri TIK dalam negeri, dan perusahaan pembuat prosesor.

Laptop merah putih ini akan diluncurkan dengan merek Dikti Edu untuk mendukung digitalisasi pendidikan sebagai program dari Kemendikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi). Sementara rencana pengembangan ini bergulir, Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, mengatakan telah ada enam produsen dalam negeri yang siap memenuhi kebutuhan pengadaan laptop pada Kemendikbudristek dan Pemerintah Daerah tahun ini.

Enam produsen itu melitputi PT Zyrexindo Mandiri Buana, PT Tera Data Indonusa, PT Supertone, PT Evercross Technology Indonesia, PT Bangga Teknologi Indonesia, dan PT Acer Manufacturing Indonesia. Luhut juga menyatakan total anggaran tersebut tidak semuanya digunakan untuk belanja laptop, tapi juga belanja access point, konektor, LCD proyektor, layar proyektor, dan speaker aktif.

Dari segi kesiapan produsen, PT. Zyrexindo Mandiri Buana selaku produsen laptop merek Zyrex, mengaku siap untuk memenuhi program Laptop Merah Putih yang ditetapkan pemerintah pada tahun ini. Dalam keterangan resminya, pihak Zyrex mengatakan telah memiliki 8 lini produksi yang mempunyai kapasitas produksi melebihi 430.000 unit laptop. Dengan kemampuan ini, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengadaan dari Kemendikbudristek dan Pemerintah Daerah.

“Kami telah menerima pesanan sebanyak 165.000 unit laptop dari 2 (dua) distributor kami untuk kebutuhan pengadaan di Kemendikbudristek dalam program digitalisasi Pendidikan, di mana laptop laptop tersebut akan dikirim ke sekitar 8.000 sekolah sebelum Desember 2021. Kami sanggup memproduksi total 317.000 Laptop sehingga masih bisa menyuplai kebutuhan di DAK di tingkat provinsi, kebupaten dan kota”, kata Evan Jordan, Corporate Secretary Zyrex.

Share
×
tekid
back to top