Mobil listrik ini diproduksi dari hasil daur ulang

Ketika populasi manusia di dunia mendekati 8 miliar, kita perlu berbuat lebih banyak untuk mengurangi konsumsi sumber daya sembari juga menangani limbah lingkungan dengan lebih baik.

Mobil listrik ini diproduksi dari hasil daur ulang Source: New Atlas

Pada kendaraan konsep keenamnya, tim ecomotive di Eindhoven University of Technology akan membangun Luca, sebuah mobil listrik kompak yang dirancang menggunakan material yang tidak biasa demi lingkungan yang lebih hijau, seperti limbah plastik yang berasal dari laut.

Fokus sebelumnya dari konsep desain tim tersebut adalah keberlanjutan dan daur ulang di akhir masa pakainya. Proyek tahun ini bertujuan untuk menggunakan kembali bahan-bahan yang dibuang, dan dengan demikian menunjukkan bahwa sampah dapat menjadi sumber daya yang berharga.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Toyota mulai ekspansi ke kancah kendaraan listrik terbang

Mobil listrik Nissan Leaf 2020 utamakan keselamatan

SUV Hummer akan dibuat versi listrik


Ketika populasi manusia di dunia mendekati 8 miliar, kita perlu berbuat lebih banyak untuk mengurangi konsumsi sumber daya sembari juga menangani limbah lingkungan dengan lebih baik, yang saat ini berakhir di sungai dan lautan, dipompa ke udara di pabrik pembakaran, atau berkumpul di tempat pembuangan sampah. Tim ecomotive Eindhoven “tidak melihatnya sebagai limbah, tetapi sebagai bahan berharga yang masih dapat digunakan untuk banyak aplikasi.”

Tujuannya adalah untuk mengimplementasikan limbah sebanyak mungkin ketika memproduksi mobil konsep Luca. Sasisnya dibuat dari bahan komposit dengan memanfaatkan polyethylene terephthalate (PET) yang ditempatkan di antara lapisan luar.

Dilansir dari New Atlas (15/1), bodinya dibentuk menggunakan bahan baru yang sedang dikembangkan hasil kerja sama dengan startup asal Israel UBQ, yang akan menggabungkan aditif yang berasal dari limbah rumah tangga dengan daur ulang polypropylene (PP).

Mobil listrik ini dilengkapi dengan dua motor listrik berdaya 15 kW dan enam baterai. Baterai ini bersifat moduler, sehingga dapat ditukar dengan unit yang lebih efisien saat dan ketika teknologi sudah maju. Interior Luca dilengkapi dengan dua kursi.

Tim desain menyatakan bahwa layar infotainment di dasbor adalah pemborosan sumber daya, jadi kendaraan listrik ini akan memanfaatkan ponsel untuk info dan kebutuhan hiburan. Tetapi akan menyediakan alat bantu navigasi.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: