Microsoft pensiunkan Microsoft Studios, dialihkan ke Xbox Game Studio

Microsoft memutuskan untuk serius menggarap gim di bawah divisi Xbox Game Studio dan pensiunkan divisi Microsoft Studios.

Microsoft pensiunkan Microsoft Studios, dialihkan ke Xbox Game Studio Xbox Game Studio (Microsoft)

Microsoft merupakan salah satu perusahaan yang paling giat membuat aplikasi. Tidak heran, microsoft telah menghasilkan banyak aplikasi.

Selain software, mereka pun telah membuat banyak gim. Saking seriusnya, mereka membuat divisi khusus bernama Microsoft Studios dengan total 13 pengembang gim di dalamnya. Sayang, setelah hampir 17 tahun beroperasi, Microsoft memutuskan untuk pensiunkan divisi tersebut.


BACA JUGA

Apa yang kita bisa harapkan dari konsol gim generasi selanjutnya

Penjualan gim Shadow of the Tomb Raider dan Just Cause 4 menurun

Mengenal Ralph H. Baer, ‘bapak’ dari video gim


Sebagai gantinya, mereka membangun divisi baru yang bernama Xbox Game Studios. Dari sekian banyak gim yang pernah mereka kembangkan, mereka membawa total 13 studio dan publisher gim yang dimiliki oleh mereka.

Berikut ini gim yang kini berada di bawah bendera Xbox Game Studios :

  • 343 Industries (Halo)
  • The Coalition (Gears of War 5)
  • Compulsion Games (We Happy Few)
  • The Initiative (led by 2013 Tomb Raider boss David Gallagher)
  • inXile Entertainment (Wasteland 2)
  • Minecraft (Minecraft)
  • Ninja Theory (DmC: Devil May Cry, Hellblade: Senua's Sacrifice)
  • Obsidian Entertainment (Fallout: New Vegas)
  • Playground Games (Forza Horizon)
  • Rare (Sea of Thieves)
  • Turn 10 Studios (Forza Motorsport)
  • Undead Labs (State of Decay)
  • Xbox Global Publishing Group

Engadget (7/2) melaporkan, langkah ini bertujuan untuk memantapkan Xbox sebagai merek gaming dari Microsoft. Mereka pun menargetkan divisi ini untuk mencakup pemain di seluruh PC, perangkat seluler, dan konsol, kata Wakil presiden Game Xbox, Matt Booty.

Selain itu, Xbox sedang mengumpulkan daftar studio untuk menghindari kritik besar yang dihadapi konsol generasi ini, yakni kurangnya gim eksklusif. Ditambah lagi, Xbox saat ini berada di posisi yang tepat untuk meluncurkan layanan streaming game dengan latensi rendah, berkat jaringan cloud Azure dan paket berlangganan Game Pass.

Sedangkan saat berbicara mengenai konsol generasi selanjutnya, Microsoft kabarnya sudah mempersiapkan peluncuran konsol terbaru mereka 2020 mendatang. Sayang, hingga saat ini pihak Microsoft masih bungkam mengenai rincian lanjut mengenai konsol tersebut.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: