Microsoft akui peretas berhasil bobol Outlook

Untungnya, pihak Microsoft menyatakan para peretas hanya dapat melihat alamat email dan subjek dari para pengguna Outlook. Sedangkan konten dan lampiran tetap aman.

Microsoft akui peretas berhasil bobol Outlook

Para pengguna layanan email kembali dihadapkan oleh permasalahan peretasan. Setelah beberapa nama besar, seperti Yahoo terkena serangan peretasan besar-besaran beberapa tahun lalu, kini giliran Microsoft menghadapi persoalan yang sama.

Meski tidak bisa dibilang dalam skala yang sama, namun beberapa waktu lalu ditemukan bahwa para peretas bisa membobol sistem keamanan dari Outlook.com. Dan yang menemukan masalah ini adalah pihak Microsoft sendiri.


BACA JUGA

Pemerintah Jerman larang pelajar gunakan Office 365

Microsoft sisipkan iklan di ponsel Android 

Microsoft siapkan konsol Xbox khusus untuk streaming gim


Perusahaan piranti lunak asal Amerika tersebut mengaku, para peretas dapat mengakses beberapa akun Outlook.com selama beberapa bulan di awal tahun ini. Perusahaan tersebut menemukan bahwa kredensial untuk agen dukungan Outlook.com telah berhasil dibobol, yang memberikan akses tidak sah ke beberapa akun dari 1 Januari hingga 28 Maret 2019.

Untungnya, Ubergizmo (15/4/2019) mengatakan, perwakilan Microsoft mengkonfirmasi bahwa peretas hanya dapat melihat alamat email akun, baris subjek email, dan nama folder saja. Sedangkan konten dan lampiran pengguna tetap aman.

Sayangnya, pihak Microsoft belum merinci secara tepat ada berapa banyak pengguna yang telah dipengaruhi oleh pelanggaran ini atau siapa yang terlibat dalam tindakan ini.

"Data kami menunjukkan bahwa informasi terkait akun dapat dilihat, tetapi Microsoft tidak memiliki indikasi mengapa informasi itu dilihat atau bagaimana informasi itu digunakan," kata perwakilan Microsoft.

Meskipun sepertinya sepele, namun pihak Microsoft tetap mengimbau para penggunanya untuk mengganti kata kunci mereka secara berkala. Hal ini akan menjadi salah satu langkah preventif agar peretas tidak dapat membobol akun pengguna secara lengkap.

Tapi, pihak Microsoft berjanji akan terus melakukan penyelidikan secara internal. Mereka juga berjanji bahwa perusahaan akan semakin meningkatkan sistem dan proses untuk memastikan bahwa hal seperti ini tidak terjadi lagi.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: