sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id qnap
Minggu, 10 Jan 2021 10:22 WIB

Mengenal Signal, aplikasi perpesanan alternatif WhatsApp

Semenjak Elon Musk pindah ke Signal, aplikasi tersebut menjadi populer. Tapi, sebenarnya apakah perbedaan antara WhatsApp dan Signal?

Mengenal Signal, aplikasi perpesanan alternatif WhatsApp
Credit : Pixabay

Baru-baru ini, Elon Musk baru saja mengajak para pengguna internet untuk beralih dari WhatsApp ke layanan perpesanan lainnya. Hal ini dikarenakan pembaruan kebijakan WhatsApp, dimana Facebook dikhawatirkan akan menarik lebih banyak data dari pengguna aplikasi tersebut.

Tapi sebenarnya, apa sih perbedaan paling penting diantara kedua aplikasi tersebut? Dan apakah sebenarnya beralih dari WhatsApp akan membuat para penggunanya mendapatkan privasi yang lebih baik?

Oke, kita mulai dari WhatsApp. Seperti diketahui, WhatsApp menerapkan enkripsi End-to-end (E2E) pada seluruh komunikasi dan layanannya. Ini berlaku baik aplikasi ini digunakan untuk berkomunikasi pribadi atau saat mereka ada di sebuah grup.

WhatsApp mengklaim, mereka mengenkripsi semua data yang dikirimkan oleh pengguna untuk memberikan keamanan terbaik. Selain itu, mereka tidak menyimpan pesan apa pun di server-nya setelah dikirim.

Tapi, yang harus digarisbawahi adalah setiap pesan yang kita kirim akan tetap ada hingga 30 hari hingga diterima oleh penerima. Jadi, meski pesan tersebut tak disimpan di server WhatsApp, tapi data tersebut ada di perangkat penerima.

Keunggulan utama dari WhatsApp adalah dukungannya untuk banyak platform. Memang, seperti diketahui saat ini aplikasi tersebut paling banyak dipakai di perangkat smartphone baik di Android maupun iOS.

Tapi, mereka juga memiliki aplikasi native untuk Windows dan macOS, di samping pengguna juga masih dapat menggunakan WhatsApp Web di perangkat mereka. Dan bahkan, WhatsApp pernah memiliki dukungan untuk Windows Phone.

Jika berbicara mengenai fitur, para pengembang pun semakin banyak menyematkan fitur di aplikasi tersebut. Dimulai dari aplikasi berkirim pesan, foto, serta video via internet, WhatsApp kini juga dapat melakukan panggilan suara dan video menggunakan internet.

Sementara jika berbicara mengenai fitur terbaru, mereka memiliki dukungan panggilan video group yang cukup bertenaga. Hal ini dikarenakan para pengguna dapat berbicara dengan banyak orang sekaligus dalam waktu yang bersamaan.

Satu hal lagi yang perlu diketahui adalah WhatsApp dimiliki oleh Facebook. Memang, hal ini menjadi sebuah pisau bermata dua bagi penggunanya. Positifnya, pengguna akan mendapatkan banyak fitur baru secara berkala karena mereka memiliki sumber daya pengembang yang sangat canggih.

Dan sisi negatifnya adalah karena dikuasai oleh Facebook, maka WhatsApp harus “tunduk” terhadap semua keputusan yang dibuat oleh para eksekutif di salah satu perusahaan media sosial terbesar di dunia tersebut.

Lantas, bagaimana dengan Signal? Jika menurut opini kami, Signal merupakan aplikasi “super copy” dari WhatsApp. Soalnya, Signal merupakan aplikasi yang dibuat oleh pendiri WhatsApp, yakni Brian Acton.

Yah, memang bukan Acton sendiri yang membuat aplikasi tersebut. Melainkan, aplikasi ini lahir dari sebuah lembaga non profit bernama Signal Foundation dan Signal Messenger LLC pada 2018 silam.

Cara Acton dapat terus menjalankan layanan Signal adalah tidak dengan langsung meminta para pengguna membayar aplikasi mereka, ataupun menyematkan iklan atau menjual data penggunanya (seperti di beberapa aplikasi lain).

Mereka memilih untuk menggunakan cara yang lebih “gentleman” untuk menjalankan bisnis mereka. Dikarenakan mereka merupakan lembaga non profit, mereka pun hanya memberitahu para penggunanya mereka dapat menjadi “donatur” untuk layanan ini.

Berbicara mengenai sistem keamanan, Signal memiliki layanan enkripsi End-to-end (E2E) milik mereka sendiri yang bernama Signal Protocol. Klaim mereka adalah dengan menggunakan teknologi ini, tidak ada orang lain selain pengirim dan penerima yang dituju dapat melihat pesan yang terkirim.

Kunci teknologi keamanan mereka adalah kunci enkripsi para pengguna disimpan di smartphone dan komputer pengguna, bukan di server pengembang. Ini merupakan sebuah keunggulan dikarenakan pengguna dapat terhindar risiko potensial dari spoofing

Tak sampai sampai disitu saja, para pengguna akan mendapatkan peringatan jika kunci keamanan siapa pun yang Anda ajak bicara berubah. Kemudian, informasi pengguna, termasuk nomor yang digunakan untuk registrasi, profil, dan foto profil juga akan dienkripsi.

Berbicara mengenai fitur, hampir semua fitur di Signal sama dengan WhatsApp. Ada satu fitur yang unik di aplikasi ini, pengguna dimungkinkan untuk memilih berapa lama pesan dan percakapan dengan jangka waktu tertentu.

Untuk obrolan grup, Signal dapat membuat sebuah grup dengan jumlah anggota yang tak terbatas. Aplikasi ini juga dapat digunakan sebagai aplikasi SMS default di Android, meskipun pesan teks yang dikirim tidak akan dienkripsi.

Nah itu tadi perbedaan antara WhatsApp dan Signal. Memang, ada beberapa keunggulan dan kekurangan dari masing-masing aplikasi. Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian akan memilih menggunakan WhatsApp atau oindah ke Signal?

Share
×
tekid
back to top