Mengenal Ralph H. Baer, ‘bapak’ dari video gim

Perjalanan Ralph Henry Baer untuk membuat video gim dapat diterima dengan baik harus melalui lika liku yang cukup tajam.

Mengenal Ralph H. Baer, ‘bapak’ dari video gim Ralph H Baer (NPR)

Gim di zaman modern ini, gim bisa menjadi sebuah sarana untuk menyalurkan hobi atau sekedar menjadi alat untuk melepas stres. Mulai dari gim kasual hingga gim bergenre kompetitif semakin digemari oleh masyarakat dunia.

Saking seriusnya, pada saat ini, beberapa gim sudah diakui sebagai salah satu cabang olahraga resmi di bawah nama eSport. Bahkan, beberapa pagelaran olahraga terbesar, seperti Asian Games sudah memiliki kategori khusus untuk dalam pertandingan.


BACA JUGA

Survei tunjukkan, pemirsa e-sports lebih banyak daripada olahraga

God of War jadi Gim of the Year di ajang Game Developers Conference

Dalam 4 bulan, Epic Games Store berhasil tembus 85 juta pengguna


Namun, bagi Anda yang mengaku sebagai penggemar berat video gim, tak lengkap rasanya jika tidak mengenal siapa sosok ‘bapak’ dari video gim. Ralph Henry Baer disebut-sebut sebagai sosok yang menciptakan video gim rumahan pertama di dunia.

Cerita Ralph dimulai dari masa kecilnya yang kelam sebagai anak seorang pekerja pabrik sepatu Yahudi. Karena terancam oleh Hitler dan pasukan Nazi, dia dan seluruh keluarganya hijrah ke Bronx di New York pada 1938.

Ketika dia berusia 16 tahun, dia melihat iklan untuk kursus korespondensi. Dari situ ia belajar bagaimana memperbaiki radio dan televisi. Dia pun menyisihkan upahnya sebagai pekerja pabrik untuk mengikuti kursus tersebut.

Beralih ke tahun 1943, Ralph direkrut menjadi Tentara Amerika. Dia diangkat sebagai perwira intelijen. Dia menulis dokumen pelatihan untuk pasukan sekutu yang mempersiapkan D-Day, yang kemudian dieksekusi oleh markas Jenderal Eisenhower.

Di waktu luangnya ia belajar aljabar dan memperbaiki radio. Dia juga dilatih sebagai ahli senjata ringan. Selama perang, ia mengumpulkan 18 ton senjata Jerman, yang kemudian dipamerkan di museum militer A.S.

Setelah dinas militernya, Baer menggunakan G.I. Bill untuk masuk ke American Television Institute of Technology dan mendapatkan salah satu gelar sarjana pertama di bidang teknik televisi.

Dia bergabung dengan Sanders Associates pada tahun 1956. Di antara kesibukan nya, dia memiliki hobi yang unik. Selama bekerja sebagai insinyur untuk sebuah kontraktor pertahanan Sanders Associates, dia memikirkan gim pertamanya pada 1966. Dia mendokumentasikan gim nya dalam empat halaman deskripsi.

Dalam deskripsinya, dia menginginkan agar para masyarakat bisa memainkan gim di rumah dari pesawat televisi. Orang-orang akan dapat bermain gim aksi, olahraga, dan permainan lain tanpa harus keluar dari rumah.

Ide yang dituliskan oleh Ralph mungkin sangat absurd saat itu. Tapi, seorang eksekutif Sanders melihat potensi dalam ide Ralph. Dia pun diberikan uang modal sebesar USD2.500 (sekira Rp35 juta) dan dua insinyur untuk mengerjakan proyek tersebut.

Sempat mandek selama bertahun-tahun, Ralph dan kedua insinyur tersebut hanya bisa membuat tujuh purwarupa di sebuah bengkel rahasia. Tapi, pada 1971 Ralph dan Sanders berhasil mengajukan sebuah paten video gim pertama.

Adalah Brown Box, yang merupakan video gim besutan mereka. Video gim ini dilisensikan ke Magnavox dan mulai dijual sebagai Odyssey pada tahun 1972. Ini merupakan sistem video gim pertama di seluruh dunia.

Untuk memainkannya, pengguna harus memasukkan kartu program. Setiap kartu program memiliki isi yang berbeda-beda. Bahkan, pada saat itu, sistem permainan yang dibuat oleh mereka sudah dapat digunakan di televisi berwarna.

Sekadar menegaskan, di era yang sama, permainan arkad sudah terlebih dahulu booming. Para gamer harus pergi keluar atau pergi ke lokasi tertentu untuk bermain gim, yang biasanya setiap mesin memiliki permainan berbeda.

Penjualan Odyssey pun mencapai 100 ribu unit hanya dalam waktu satu tahun saja. Pencapaian ini sangat spektakuler mengingat harga jual konsol ini mencapai USD100 (sekira Rp1,4 juta). Padahal Baer meminta konsol ini dijual seharga USD19,95 (sekira Rp281 ribu) saja.

Meski demikian, antusiasme gamer semakin meningkat. Tepat empat tahun konsol ini dirilis, mereka sudah berhasil menjual 300 ribu unit.

Persaingan pasar pun memanas ketika Atari memasuki pasaran. Hanya berselisih beberapa bulan, melalui gim Pong, Atari berhasil menarik sebagian perhatian. 

Geram, Sanders dan Magnavox menggugat Atari terkait gim Pong atas pelanggaran hak cipta. Pada akhirnya, mereka memenangkan kasus yang menyebabkan Atari harus membayar denda USD700 ribu (sekira Rp9,8 miliar), dan Atari secara resmi berada di bawah Odyssey.

Lebih dari 20 tahun, Magnavox memenangkan lebih dari 100 juta gugatan paten yang melibatkan Odyssey.

Pada akhirnya, Ralph kemudian memegang lebih dari 150 paten di Amerika dan di negara lain. Di antara penemuan-penemuannya yang terkenal adalah permainan memori elektronik Simon, yang ia ciptakan bersama Howard Morrison. Gim ini kemudian menjadi sensasi dan masih dijual hingga hari ini.

Karya Ralph pun kemudian diakui oleh Presiden George W. Bush pada 2006. Dia dianugerahi  Medali Teknologi Nasional. Dia juga diterima di National Inventor Hall of Fame pada tahun 2010. 

Dia menyumbangkan banyak koleksi purwarupa video gim di awal karirnya untuk museum, termasuk museum Smithsonian Institution.

Sayang, pada 2014, dia menghembuskan nafas terakhirnya. Dia meninggalkan dua putra, seorang putri dan empat cucu. Sedangkan istri tercinta sudah meninggal pada 2006 saat berusia 53 tahun. Sedangkan Ralph meninggal pada usia 92 tahun, seperti telah dirangkum dari laman NPR (19/2).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: