Kami sudah mencoba Microsoft Chromium Edge

Microsoft akhirnya memberikan versi beta Chromium Edge untuk publik. Sekilas, tampilannya sangat identik dengan Google Chrome.

Kami sudah mencoba Microsoft Chromium Edge Source: Google

Microsoft akhirnya meluncurkan versi beta Chromium Edge yang lebih stabil ketimbang sebelumnya. Versi ini dapat digunakan pada perangkat dengan sistem operasi Windows 10 dan MacOS. Kali ini, Microsoft menargetkan pengguna sehari-hari, setelah sebelumnya memberikan versi eksperimen dari Canary dan Developer Edge. 

Dilansir dari Engadget (21/8), nantinya akan tersedia update setiap enam minggu. Untuk diketahui, Microsoft Edge kali ini berbeda dengan versi Edge sebelumnya. Kali ini Microsoft membangun Edge dengan dasar dari Chromium. Beberapa fitur yang terdapat di Chrome juga tersedia di sini. Setidaknya pengguna akan bisa menemukan dark mode, online tracking prevention dan tentunya efisiensi Chromium. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Microsoft akan bawa banyak varian Surface Pro 7

Ini solusi ketahanan perangkat lipat dari Microsoft

Microsoft buka uji coba fitur Power Toys di Windows 10


Kabarnya, ini merupakan browser versi final yang bakal dirilis Microsoft. Tampilannya disebut-sebut setara dengan produk aktual saat rilis nanti. Sayangnya, belum ada informasi kapan Microsoft Edge versi baru ini akan dirilis secara resmi untuk publik. 

“Kami menjalankan versi beta hari ini setelah bit browser kami sudah memenuhi kriteria yang diharapkan: data kami mengatakan bahwa aktivitas penelusuran dapat diandalkan, kompatibel dan memiliki baterai yang baik dan lebih cepat,” ujar Joe Belfiore, CVP Microsoft Windows Experiences. 

Tim Tek.id pun sudah menjajal browser besutan Microsoft ini. Kami sendiri cukup terkejut ketika mendapati cache Chrome ternyata langsung terdeteksi di Chromium Edge. Begitu pula dengan password beberapa akun yang sebelumnya terpasang di peramban Chrome kami. Memang pada dasarnya, antara Chromium Edge dan Chrome memiliki basis yang sama. Tetapi tetap saja cukup mengagetkan. 

Secara tampilan, tidak ada perbedaan mencolok di kedua peramban tersebut. Posisi toolbar dan informasi lainnya identik sekali dengan Chrome. Kami juga dapat memasang extension dari Chrome ke Chromium Edge. Namun perlu beberapa pengaturan sebelum melakukannya. Ditambah, kami harus masuk ke Chrome Extension secara manual. Pasalnya secara default, Chromium Edge hanya menawarkan ekstensi dari Microsoft Store. 

Tampilan Chromium Edge juga mendukung dark mode. Namun cara ini tidak bisa diatur dari dalam aplikasi. Kami perlu menuju ke Setting>>Personalization>>Colors, kemudian mengaktifkan dark mode secara manual. Kecepatan yang ditawarkan juga tidak berbeda dengan Chrome. Hanya saja, kami tidak bisa login ke Gmail sebagai profil default di Chromium Edge. Pengguna harus menggunakan akun Microsoft.

Tampaknya Microsoft melepas warisan Internet Explorer dengan mengadopsi Chromium sebagai basis perambannya. Intinya jelas, agar pengguna kembali ke Microsoft Edge dengan menawarkan pengalaman serupa seperti menggunakan Google Chrome.  

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: