Lima produsen mobil Jepang kembangkan mobil otonom
Meski Toyota juga mengembangkan teknologi mobil otonom yang lebih ditujukan kepada ritel, usaha patungan ini merupakan indikasi lain bahwa mobil otonom akan diigunakan dalam armada komersial.
Source: Pexels
Lima pabrikan otomotif Jepang, termasuk Subaru dan Mazda, berivestasi dalam usaha patungan yang didirikan oleh Toyota dan Softbank untuk mengembangkan layanan yang akan memanfaatkan mobil otonom. Usaha yang diberi nama Monet ini terutama ditujukan untuk layanan ridesharing. Subaru dan Mazda, serta Suzuki, Isuzu dan Daihatsu masing-masing akan berinvestasi JPY 57,1 juta di Monet, dengan imbalan 2 persen saham dalam usaha itu.
Toyota dan SoftBank masing-masing akan mempertahankan saham 35 persen mereka di Monet. Dilansir dari Digital Trends (1/7), usaha mobil otonom ini sebelumnya menarik investasi dari Honda dan Hino. Kedua perusahaan mengatakan mereka akan melakukan investasi tambahan, tetapi akan mempertahankan saham 10 persen saat ini.
Monet diluncurkan pada Oktober 2018, dengan rencana untuk mengadirkan layanan mobilitas atas permintaan di Jepang tahun 2020. Perusahaan ini diharapkan dapat berfungsi sebagai titik peluncuran untuk layanan yang berbasis di sekitar Toyota e-Palette, kendaraan otonom yang dapat dikonfigurasi ulang.
Pada dasarnya merupakan sebuah kotak di atas roda, e-Palette dirancang agar mudah beralih dari mengangkut penumpang ke mengangkut barang. Namun, versi yang ditampilkan Toyota di CES hanyalah kendaraan purwarupa, belum siap diproduksi.
- Pabrik Cerdas GAC Produksi Satu Mobil Tiap 53 Detik, Standar Baru Manufaktur Otomotif Global
- Audi S3 Terbaru Resmi Meluncur di Indonesia, Usung Tenaga 333 PS dan Teknologi Torque Splitter
- Kia All New Carens Tampil dengan Desain Progresif dan Kabin Canggih Jadi Andalan MPV Keluarga Modern
- Mudik Makin Nyaman, Ini Teknologi Next-Gen Ford Everest yang Siap Hadapi Semua Medan
Meski Toyota juga mengembangkan teknologi mobil otonom yang lebih ditujukan kepada ritel, usaha patungan ini merupakan indikasi lain bahwa mobil otonom akan digunakan dalam armada komersial jauh sebelum dijual kepada pemilik perorangan.
Munculnya Uber dan Lyft telah menjadikan pabrikan mobil mencari cara untuk bersaing. Ridesharing menghadirkan ancaman bagi penjualan mobil, tetapi juga menawarkan sumber pendapatan baru berpotensial bagi pabrikan mobil.
Mobil otonom diharapkan dapat meningkatkan layanan ridesharing, sebagian karena mereka dapat tetap berada di jalan dan menghasilkan uang lebih lama daripada pengemudi manusia. Selain berinvestasi di Monet, SoftBank memiliki saham di Uber dan raksasa ridesharing China Didi Chuxing. Toyota juga berinvestasi langsung dalam program mobil otonom uber.
Biaya dan kompleksitas mobil otonom telah menyebabkan banyak kemitraan antara produsen mobil, perusahaan teknologi dan penyedia layanan seperti Uber. Namun, masih belum jelas apakah salah satu dari usaha patungan ini akan mempercepat penyebaran mobil otonom, atau apakah masyarakat akan siap untuk mereka.








