Kumpulan Emak Blogger, dari arisan ilmu sampai meyebar konten positif

Kumpulan Emak Blogger (KEB), ajak para perempuan untuk menggunakan internet secara positif.

Komunitas Kumpulan Emak Blogger (KEB) menjadi salah satu komunitas pembicara dalam workshop SiBerkreasi Netizen Fair 2017 di JIEXPO, Kemayoran, 27-28 Oktober 2017. Dengan maraknya konten negatif di internet, komunitas ini ingin mengedukasi para perempuan, khususnya blogger, agar bisa menggunakan internet secara positif. Sebab, semua hal yang kita bagikan dalam internet akan memiliki rekam jejak dan selalu memiliki konsekuensinya.

“Sekali kita klik publish, kita sudah harus tahu konsekuensinya bermain di dunia maya. Bukan hanya mendapat komentar nyinyir, dan orang kepo yang julid. Tapi, kita bisa saja jadi korban pencurian foto. Karena itu, setiap tulisan atau foto kita itu menjadi hak kita. Kita enggak boleh semena-mena copy paste sesuatu. Misalnya, kalau ada sumbernya, lebih baik dicantumkan sumbernya,” ujar Retno De Kristiani, salah satu anggota KEB.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Lewat SiBerKreasi, JAPELIDI ajak remaja untuk cegah bullying

Jangan biarkan anak kecanduan gadget

#GenerasiEmas, kepedulian Antam terhadap literasi digital Indonesia


Melalui KEB, mereka mengajak para perempuan untuk saling berbagi informasi, cerita, dan semangat yang positif untuk masyarakat. Selain itu, KEB juga sering mengadakan acara “Arisan Ilmu”, untuk saling berbagi ilmu apa pun untuk para anggotanya. Bahkan, KEB juga pernah mengadakan acara “Srikandi Blogger” di tahun 2013, yang bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada blogger perempuan di Indonesia.

Dengan hadirnya acara SiBerkreasi Netizen Fair 2017, KEB berharap bisa menumbuhkan jiwa para perempuan yang aktif secara online untuk saling berkontribusi dan menciptakan kegiatan positif untuk mengurangi hal negatif di internet.

“Dari Kumpulan Emak Blogger ini, diharapkan bisa memberi kontribusi yang positif buat acara SiBerkreasi supaya kita saling mengingatkan satu sama lain. Dengan acara ini, kita memberikan contoh dan kontribusi biar bisa mengurangi semua hal negatif di internet,” ujar Retno.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: