Ketika Mission: Impossible - Fallout jadi receh karena Plutonium

Nama plutonium sering disebutkan di Mission: Impossible - Fallout tapi penyajiannya tidak masuk akal dan bertentangan dengan sains

Ketika Mission: Impossible - Fallout jadi receh karena Plutonium Cuplikan Mission: Impossible - Fallout (Paramount PIctures)

Kemarin saya baru saja menyaksikan film Mission: Impossible - Fallout yang memang baru diputar di bioskop belakangan ini. Film ini boleh dikatakan cukup menarik, apalagi Anda sangat gemar menonton film action tanpa harus memutar otak, mencari kedalaman plot, atau mengungkap misteri dan easter egg di dalam film. Sederhananya, menonton film ini mirip dengan ketika Anda menonton Marvel Avengers.

Berbekal racikan standar Holywood, M:I-Fallout hadir dengan adegan aksi yang menegangkan dan penuh dengan "tipu muslihat" ekstrem ala agen rahasia yang sebenarnya tidak ada di dunia nyata (kalau tidak percaya silahkan tonton film Hunt for the Red October dan saksikan bagaimana Jack Ryan yang merupakan seorang agen intelijen AS bekerja).


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Pesawat listrik ini bersuara lebih tenang dari penghisap debu

NASA segera uji coba pesawat bertenaga listrik

Algoritma MIT bisa selamatkan ibu hamil


Hampir semua orang di bioskop saat itu terkagum-kagum dengan aksi Tom Cruise yang memang terlihat menakjubkan dan menegangkan. Tetapi bagi saya, film ini terlihat "receh". Penyebab utamanya? Plutonium. 

Tom Cruise alias Ethan alias Hunt bakal berurusan banyak dengan elemen ini di dalam film yang berperan sebagai "bahan bakar" bom nuklir milik teroris. Tapi sang sutradara tampaknya tidak begitu mengerti apa itu plutonium dan hal tersebut tergambarkan dengan sangat jelas di dalam film.

Fat Man, bom nuklir berbasis plutonium yang diledakkan di Nagasaki tahun 1945 (Wikimedia)

Apa itu plutonium?

Plutonium merupakan salah satu elemen paling unik yang pernah ditemukan. Ia merupakan logan dengan nomor atom 96, dekat dengan uranium yang punya nomor atom 92. Ia juga merupakan elemen buatan dan tidak terdapat di alam. Kebanyakan dibuat dari sisa bahan bakar reaktor nuklir. Uniknya, plutonium mudah sekali "menghilang" jika terekspos oleh udara. Karena itulah pengolahan dan penelitiannya diperlukan laboratorium khusus.

Plutonium juga punya reputasi yang kurang bagus. Sejarah mencatat bahwa plutonium pernah digunakan dalam perang, tepatnya pada bom atom yang dijatuhkan di kota Nagasaki, Jepang pada tahun 1945. Pada bom bernama Fat Man tersebut tersemat plutonium yang berfungsi sebagai elemen yang bisa memicu reaksi nuklir.

Jadi apakah plutonium bisa digunakan untuk merakit bom nuklir? Ya. Tapi bukan disitu kesalahan M:I-Fallout.

Berbahaya

Di bebarapa adegan M:I-Fallout, beberapa karakternya terlihat dengan santai memegang objek bulat, diklaim sebagai plutonium yang akan digunakan pada bom nuklir buatan teroris. Permasalahannya, Anda tidak bisa memegang plutonium sembarangan!

Plutonium merupakan salah satu elemen paling berbahaya dan beracun. Ketika disentuh oleh tangan, kemungkinan tangan Anda akan rusak seperti terbakar. Jadi mustahil untuk memegangnya secara langsung. Memang ada jenis plutonium yang aman untuk disentuh yaitu PU 242 dan 244. Itupun dalam jumlah yang sangat kecil.

Sementara plutonium yang digunakan di M:I-Fallout seharusnya adalah PU 239 atau PU 241 yang memiliki masa kritis. Dua jenis plutonium tersebut memancarkan radiasi nuklir yang sangat berbahaya sehingga orang di dekatnya harus menggunakan pakaian anti radiasi jika ingin tetap hidup. Jika tidak, risiko rusaknya sel dan organ termasuk serangan kanker akan datang untuk mereka yang terpapar radiasi dari plutonium.

Tapi apa yang terjadi di M:I-Fallout? Banyak sekali pemeran utama yang memegang elemen tersebut dengan tangan kosong dan berada di dekatnya tanpa pakaian anti-radiasi seperti hazmat suit

Memang ada kemungkinan "bahan bakar" nuklir yang ada di film sudah berupa "paket" yang siap untuk digunakan dan aman untuk dipindahtangankan. Tetapi film sama sekali tidak menjelaskan hal tersebut. Bahkan ada adegan plutonium tersebut diuji dengan alat khusus dan menampilkan tingkat radiasi nuklir yang tinggi. Sebagai catatan, lagi-lagi orang yang memeriksanya tidak dilindungi oleh baju anti-radiasi.

Bisa salah kaprah

Mungkin Anda berfikir M:I-Fallout hanyalah sebuah film yang memang ditujukan untuk hiburan semata sehingga "lebay" merupakan penyebabnya. Ya, saya sangat setuju dengan itu. Tapi lewat film ini, penonton tidak akan tahu sebenarnya bagaimana mengerikannya efek radiasi nuklir terhadap tubuh manusia. Padahal menurut saya hal tersebut merupakan dasar sains dan detail yang harusnya sangat diperhatikan.

Selain itu, ada kemungkinan penonton akan lebih percaya terhadap apa yang disajikan oleh film ketika mereka dihadapkan oleh fakta sains yang membuat film ini terasa "receh". Pada tingkat ekstrem, mungkin mereka tidak akan percaya lagi terhadap sains yang sebenarnya sudah menjadi fondasi kehidupan modern.

Saya memang tidak menyarankan Anda untuk kuliah dan masuk kelas fisika nuklir. Tapi jika Anda ingin terus "dibohongi dan ditipu" oleh film Holywood semacam ini, ada baiknya jika Anda mengerti dasar-dasar sains. Efek sampingnya? Saya jamin Anda tidak akan lagi suka menonton film superhero.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: