Kaspersky dan Telkomsel hadirkan antivirus murah

Kaspersky dan Telkomsel jalin kerja sama untuk pembelian antivirus melalui metode potong pulsa dengan harga yang terjangkau

Kaspersky dan Telkomsel hadirkan antivirus murah

Kaspersky mengumumkan kerjasamanya dengan Telkomsel. Perusahaan antivirus tersebut menjalin kemitraan dengan Telkomsel dan Melon penyedia konten digital dibawah dibawah naungan Telkom Group. 

Berkat kerjasama itu, pengguna Telkomsel kini bisa mendapatkan layanan antivirus berlangganan dengan metode pambayaran Direct Carrier Billing (DCB), atau pemotongan pulsa. Layanan ini juga tersedia dalam dua opsi, yaitu langganan mingguan (7 hari) seharga Rp5.500 atau bulanan (30 hari) seharga Rp16.500.


BACA JUGA

Indonesia, negara ke-34 paling terancam risiko kejahatan siber

Cara Kaspersky bantu traveler tetap online

Cara agar tidak jadi korban kebocoran data


Kerjasama Kaspersky dengan Telkomsel ini bermula dari banyaknya pengguna smartphone di Indonesia yang belum aware akan bahaya kejahatan siber. Padahal, Indonesia tercatat sebagai negara terbesar dengan tingkat penggunaan smartphone yang tinggi di Asia Tenggara.

"Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara dan penggunaan smartphone-nya tinggi. Namun masih banyak orang yang belum aware akan perlunya antivirus untuk perangkat mobile. Mereka masih aware bahwa antivirus adalah untuk PC," kata Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky Lab Southeast Asia di Jakarta.

Antivirus Kaspersky sendiri memang telah tersedia di toko aplikasi baik secara gratis maupun berbayar. Namun dengan hadirnya Kaspersky di Telkomsel, akan menjadi alternatif pengguna untuk dengan mudah melakukan pembayaran.

"Kita memberikan alternatif cara pembayaran. Kalau beli di Play Store harus pake kartu kredit, atau bisa juga beli di Mangga Dua. Sekarang kita bikin alternatif pakai pulsa," kata Donny Kusmandarin, Territory Channel Manager Kaspersky Lab Indonesia.

Dijelaskan Donny, malware kini memang tak hanya menyerang PC namun juga perangkat mobile. Terlebih kini semua pengguna bergantung pada smartphone untuk menyimpan data penting mereka. Hal ini juga menjadikan penjahat siber untuk tak hanya menyerang PC namun juga menargetkan perangkat mobile.

Pada kuartal pertama 2018 saja, Kaspersky Lab mendeteksi 1,3 juta malware yang terinstal pada perangkat mobile secara global. Ini menunjukkan bahwa ancaman malware untuk perangkat mobile memang bukan hal yang tabu. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: