Jumlah follower berkurang di Twitter? Ini penyebabnya
Banyak pengguna akan mendapati jumlah follower-nya di Twitter berkurang mulai dari empat follower atau lebih sedikit
(Foto: The Muse)
Setelah berupaya memberantas akun spam, kini Twitter kembali melakukan upaya baru untuk mendorong interaksi sehat pada platform-nya. Twitter menghapus akun terkunci dari metrik jumlah follower sehingga berdampak pada perubahan jumlah follower yang ditampilkan pada profil pengguna.
Dengan perubahan itu, kini jumlah follower yang ditampilkan pada profil pengguna menjadi akurat. Ini merupakan bagian dari serangkaian upaya Twitter untuk memfilter akun yang terdaftar di platform-nya.
Sepanjang tahun ini Twitter memang telah melakukan penguncian pada akun yang terdeteksi prilakunya berubah secara mendadak. Akun itu akan dihubungi oleh Twitter agar melakukan validasi. Sebelum mereka melakukan validasi, akun tersebut akan tetap terkunci dan tak bisa melakukan login.
Akun-akun yang terkunci itu kini akan dihapus dari jumlah follower pengguna secara global. Banyak pengguna akan mendapati jumlah follower-nya berkurang mulai dari empat follower atau lebih sedikit. Sementara pengguna lainnya dengan follower lebih banyak, akan mengalami pengurangan follower dengan jumlah yang lebih signifikan.
Kami berkomitmen untuk membangun kepercayaan dan mendorong percakapan yang sehat di Twitter.
— Twitter Indonesia (@TwitterID) July 11, 2018
Jumlah pengikut harus bermakna dan akurat. Oleh karena itu, kami akan menghapus akun terkunci dari jumlah pengikut.
Twitter mengakui bahwa langkah ini kemungkinan sulit diterima oleh pengguna. Namun demikian mereka percaya bahwa akurasi dan transparansi akan menjadikan Twitter sebagai layanan yang terpercaya untuk interaksi publik.
Dalam praktiknya, perubahan ini akan mulai diterapkan beberapa hari ke depan. Akan tetapi jumlah follower pengguna bisa terus berubah seiring upaya Twitter mengidentifikasi dan mengatasi akun bermasalah. Sebagai catatan, perubahan ini hanya akan berdampak pada jumlah follower saja, bukan serta merta pada tweet, like atau retweet pengguna.
"Pembaruan khusus ini difokuskan pada jumlah follower karena merupakan salah satu fitur yang paling terlihat pada layanan kami dan sering dikaitkan dengan kredibilitas akun. Setelah akun terkunci, maka akun tersebut tidak dapat men-tweet, menyukai tweet pengguna lain atau melakukan retweet. Kami juga tidak akan menayangkan iklan kepada mereka," kata Twitter.
Meski menghapus sejumlah akun bermasalah secara global, Twitter menyebut jumlah pengguna aktif harian maupun bulanan mereka tak akan terpengaruh. Pasalnya, akun yang terkunci dan belum mengatur ulang password-nya dalam lebih dari satu bulan tidak termasuk dalam pengguna aktif harian maupun bulanan Twitter.








