sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id samsung
  • partner tek.id realme
Minggu, 14 Agst 2022 13:13 WIB

Google suntik mati YouTube Go, ada apa?

Setelah enam tahun menemani penggunanya, layanan aplikasi YouTube Go resmi diberhentikan Google pada Agustus 2022.

Google suntik mati YouTube Go, ada apa?

Google akhirnya resmi suntik mati layanan aplikasi YouTube Go setelah mengumumkan pemberhentian tersebut pada Mei lalu. Sebagai penandanya, aplikasi ini sudah tidak tersedia lagi pada layanan toko aplikasi Google Play Store

Rencana untuk menonaktifkan layanan YouTube Go ini telah disampaikan oleh perusahaan sejak bulan Mei 2022. Kala itu, pihak Google mengatakan, pengguna dianjurkan untuk segera beralih ke aplikasi utama YouTube sebelum layanan tersebut dimatikan. 

“Kami mengumumkan bahwa YouTube Go akan kami hentkan mulai bulan Agustus. Terima kasih kepada pengguna YouTube Go kami. Kami sangat senang menyambut Anda di komunitas utama aplikasi YouTube,” tulis Meaghan, Community Manager YouTube dalam keterangan resminya kala itu. 

YouTube Go sendiri diluncurkan pertama kali pada tahun 2016 dan ditujukan untuk orang-orang yang mempunyai kecepatan konektivitas internet terbatas. Lewat layanan aplikasi ini, pengguna dapat menonton video streaming dengan penggunaan kuota yang jauh lebih rendah jika dibandingkan aplikasi YouTube versi reguler. 

Aplikasi YouTube Go ini dinilai sangat membantu pengguna yang tinggal di daerah dengan konektivitas internet minim. Pasalnya, mereka dapat menikmati informasi dari YouTube dengan penggunaan kuota yang lebih rendah serta konektivitas yang lebih cepat jika dibandingkan aplikasi utamanya. 

Sayangnya, YouTube Go disebut hanya mempunyai pengguna yang sangat sedikit. Tampaknya, hal inilah yang menjadi alasan utama pihak Google untuk memberhentikan layanan aplikasi YouTube Go. 

Sebagai informasi, sejak adanya informasi resmi terkait penutupan layanan YouTube Go, pihak aplikasi utama menyebut telah melakukan sejumlah peningkatan untuk membuat pengguna dengan konektivitas lemot dapat mengakses layanan mereka. 

“Secara khusus, kami telah meningkatkan kinerja untuk perangkat tingkat pemula atau perangkat yang menonton YouTube di jaringan yang lebih lambat,” sambung Meaghan. 
 

Share
×
tekid
back to top