Ford kian serius garap mobil listrik, tambah investasi Rp12 triliun

Sebelumnya perusahaan mengumumkan akan beralih dari produksi mobil konvensional dan secara simultan menjadi listrik.

Ford kian serius garap mobil listrik, tambah investasi Rp12 triliun Source: Pexels

Demi meningkatkan produksi kendaraan listriknya, Ford menginvestasikan USD580 juta (Rp12 triliun) di pabrik perakitan Flat Rock, Michigan. Dilansir dari Engadget (21/3), pabrikan otomotif tersebut berharap menjadikan pabrik ini rumah produksi bagi kendaraan listriknya. Untuk melakukannya, mereka juga akan mempekerjakan 900 karyawan secara bertahap hingga tahun 2023. Investasi sebesar USD11,1 miliar (Rp157 triliun) ini merupakan bagian dari komitmen Ford untuk mobil listrik, dan ini termasuk pendanaan untuk memproduksi Mustang generasi mendatang.

“Kami telah mengambil pandangan baru pada tingkat pertumbuhan kendaraan listrik dan kami paham perlunya melindungi kapasitas produksi tambahan mengingat rencana percepatan kami untuk kendaraan listrik,” kata Ford President of Global Operations, Joe Hinrich.


BACA JUGA

Honda punya mobil listrik modular

Mobil listrik Toyota siap ramaikan gelaran Olimpiade

Mobil listrik Lotus hanya perlu 9 menit untuk isi penuh baterai


Sebelumnya perusahaan mengumumkan akan beralih dari produksi mobil konvensional dan secara simultan menjadi listrik. Ford mengerjakan baik mobil hibrida dan listrik seri F, dan telah bermitra dengan VW untuk van dan pickup listrik komersial.

Selain rencana mobil listrik, Ford juga mengumumkan akan menyelesaikan kendaraan otonom pertamanya di Michigan tenggara yang akan tersedia pada tahun 2021. Mereka juga mengatakan bakal menghadirkan SUV listrik yang berasal dari pabrik Cuautitlan, Meksiko, pada tahun 2020.

Baru-baru ini Ford mengonfirmasi bahwa kendaraan listrik berikutnya akan memiliki jarak tempuh sekitar 482 kilometer untuk satu kali pengisian ulang baterai. Perusahaan tersebut juga mengumumkan rencana untuk keluar dari bisnis truk berat di Brasil, dan sedang berupaya untuk “meningkatkan hasil” di Eropa dan China. Sayangnya keberadaan Ford di Indonesia tidak terlalu jelas.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: