FB Messenger sediakan mode gelap yang lebih nyaman

Pengguna akan merasa lebih nyaman ketika menatap Messenger. Mode ini juga meminimalisir konsumsi baterai smartphone.

FB Messenger sediakan mode gelap yang lebih nyaman (Foto: Ultimate)

Facebook Messenger telah memperkenalkan mode gelap guna membantu pengguna dari silaunya tampilan interface. Fitur itu memang belum tersedia untuk seluruh pengguna, melainkan terbatas di beberapa negara.

Menurut sejumlah pengguna, versi mode gelap yang belum lengkap ini dirilis di beberapa negara. "Facebook Messenger telah mulai menguji mode gelap di negara-negara tertentu," kata pengembang aplikasi web, Jane Wong.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Facebook siapkan fitur transfer foto dan video ke Google Photos

Singapura minta Facebook beri tanda khusus untuk berita Hoax

Facebook Viewpoints jadi aplikasi riset pasar terbaru


"Mereka telah memasang pemberitahuan bahwa mode gelap belum tersedia di semua negara, jadi jangan kecewa ketika beberapa UI terasa silau di mata Anda."

Dilansir The Independent, mode gelap akan berfungsi mengubah pengaturan warna untuk mengurangi kecerahan. Dengan begitu, pengguna akan merasa lebih nyaman ketika menatap Messenger serta meminimalisir konsumsi baterai smartphone.

Berdasarkan penelitian, cahaya biru yang dipancarkan dari layar laptop dan smartphone, bisa menyebabkan kebutaan. Agustus lalu, penelitian yang dilakukan ilmuwan University of Toledo, Ohio, mengungkapkan paparan sinar yang berkepanjangan pada cahaya gelombang pendek memicu pembentukan molekul toksik dalam sel mata yang peka terhadap cahaya.

Proses itu bisa menyebabkan degenerasi makula, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan penglihatan kabur atau tidak tampak di pusat penglihatan. Meski mode gelap diperkirakan bisa membantu mengurangi ketegangan mata, tak ada penelitian yang memberikan bukti konklusif, bahwa fitur itu akan membantu mencegah kerusakan penglihatan. Beberapa pakar juga masih mempertanyakan apakah cahaya biru bisa menyebabkan kerusakan mata secara permanen.

Henry Leonard, pakar kacamata dan kepala klinis di Association of Optometrists, kepada The Independent, mengatakan, "Melihat cahaya biru buatan dalam waktu yang lama dapat meningkatkan ketegangan mata dan mempengaruhi pola tidur, jadi menggunakan 'Mode Gelap' dapat membantu,"

"Namun, saat ini tidak ada bukti yang cukup untuk menunjukkan bahwa paparan cahaya biru dari perangkat seperti ponsel menyebabkan kerusakan mata permanen, termasuk retina, atau meningkatkan risiko pada kondisi mata."

Selain Facebook Messenger, beberapa aplikasi populer lain juga telah memperkenalkan fitur ini, termasuk YouTube, Google Maps, dan Firefox. WhatsApp diharapkan bisa menghadirkan fitur serupa di akhir tahun ini.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: