×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Facebook Messenger bisa identifikasi pesan mencurigakan

Oleh: Lely Maulida - Kamis, 12 Juli 2018 09:40

Facebook tengah menguji fitur baru untuk Messenger yang akan mengidentifikasi akun mencurigakan ketika mengirim pesan langsung tanpa alasan

Facebook Messenger bisa identifikasi pesan mencurigakan (Foto: News Pakistan)

Facebook tengah menguji fitur baru untuk Messenger yang akan mengidentifikasi akun mencurigakan ketika mengirim pesan langsung tanpa alasan. Fitur ini akan mengizinkan pengguna mengetahui negara asal akun mencurigakan itu beserta nomor teleponnya. Pengguna juga bisa mendapatkan informasi apakah apaah akun itu baru saja dibuat.

Fitur ini awalnya diungkap oleh Motherboard, yang menerima screenshot pengujian dari artis Erin Gallagher. Facebook lantas memberikan konfirmasi bahwa perusahaannya memang tengah menguji fitur identifikasi akun mencurigakan. Namun sejauh ini fitur itu hanya diuji dalam skala yang kecil.

Fitur ini tampaknya ditujukan untuk memberantas penipuan dan pesan yang tak diminta dari akun dengan identitas palsu. Selain itu, fitur yang diuji coba ini ditujukan untuk memerangi misinformasi dan bot yang disebar seperti dari Rusia.

Screenshot itu menunjukkan bahwa fitur tersebut bisa memberitahu pengguna ketika pesan yang tidak diminta masuk dari akun Messenger, pengguna menerima notifikasi bahwa akun itu tidak terhubung dengan akun Facebook atau terhubung dengan nomor telepon Rusia. 

Screenshot itu juga menampilkan bagaimana Facebook mencantumkan akun mencurigakan yang baru saja dibuat. Secara implisit Rusia memang menjadi musuh utama Facebook guna melawan misinformasi dan hoaks, dimana sebagian besar tersebar di Facebook menggunakan akun palsu yang mengaku sebagai warga negara Amerika.

Selain upaya tersebut, Facebook kini bekerja dengan peneliti guna mengukur dampak hoaks pada pemilahan demokratis dan efek misinformasi secara umum di News Feed. Tak hanya itu, Facebook juga merilis kampanye literasi baru guna mendidik pengguna secara umum terkait cara mengenali dan menghentikan informasi yang keliru serta berita palsu.

Facebook memang memberdayakan sumber daya di divisi penelitian intelijen buatannya untuk menggunakan software otomatis melawan misinformasi. Namun demikian upaya itu juga perlu dipantau oleh manusia dan diawasi secara langsung. Demikian dilansir The Verge (7/12).

Tag

Tagar Terkait

×
back to top