Facebook Messenger bisa identifikasi pesan mencurigakan
Facebook tengah menguji fitur baru untuk Messenger yang akan mengidentifikasi akun mencurigakan ketika mengirim pesan langsung tanpa alasan
(Foto: News Pakistan)
Facebook tengah menguji fitur baru untuk Messenger yang akan mengidentifikasi akun mencurigakan ketika mengirim pesan langsung tanpa alasan. Fitur ini akan mengizinkan pengguna mengetahui negara asal akun mencurigakan itu beserta nomor teleponnya. Pengguna juga bisa mendapatkan informasi apakah apaah akun itu baru saja dibuat.
Fitur ini awalnya diungkap oleh Motherboard, yang menerima screenshot pengujian dari artis Erin Gallagher. Facebook lantas memberikan konfirmasi bahwa perusahaannya memang tengah menguji fitur identifikasi akun mencurigakan. Namun sejauh ini fitur itu hanya diuji dalam skala yang kecil.
Fitur ini tampaknya ditujukan untuk memberantas penipuan dan pesan yang tak diminta dari akun dengan identitas palsu. Selain itu, fitur yang diuji coba ini ditujukan untuk memerangi misinformasi dan bot yang disebar seperti dari Rusia.
Screenshot itu menunjukkan bahwa fitur tersebut bisa memberitahu pengguna ketika pesan yang tidak diminta masuk dari akun Messenger, pengguna menerima notifikasi bahwa akun itu tidak terhubung dengan akun Facebook atau terhubung dengan nomor telepon Rusia.
- Meta Hadirkan Pusat Dukungan Terpadu untuk Facebook dan Instagram, Lengkap dengan Asisten AI Baru
- Meta Luncurkan Fitur yang Cegah Reels Dicuri dan Diunggah Ulang Tanpa Izin
- Meta Rilis Fitur AI Baru di Facebook, Bisa Edit dan Usulkan Unggahan dari Foto di Galeri
- Meta Tutup Aplikasi Messenger untuk Desktop Mulai 15 Desember
Screenshot itu juga menampilkan bagaimana Facebook mencantumkan akun mencurigakan yang baru saja dibuat. Secara implisit Rusia memang menjadi musuh utama Facebook guna melawan misinformasi dan hoaks, dimana sebagian besar tersebar di Facebook menggunakan akun palsu yang mengaku sebagai warga negara Amerika.
Selain upaya tersebut, Facebook kini bekerja dengan peneliti guna mengukur dampak hoaks pada pemilahan demokratis dan efek misinformasi secara umum di News Feed. Tak hanya itu, Facebook juga merilis kampanye literasi baru guna mendidik pengguna secara umum terkait cara mengenali dan menghentikan informasi yang keliru serta berita palsu.
Facebook memang memberdayakan sumber daya di divisi penelitian intelijen buatannya untuk menggunakan software otomatis melawan misinformasi. Namun demikian upaya itu juga perlu dipantau oleh manusia dan diawasi secara langsung. Demikian dilansir The Verge (7/12).








