F5 Perkuat Keamanan Aplikasi di Era AI dan Pascakuantum dalam Satu Platform Terpadu
F5 hadirkan platform keamanan terpadu berbasis AI dan zero trust untuk lindungi aplikasi di era AI dan ancaman pascakuantum.
Ilustrasi keamanan siber. dok. F5
F5 memperkenalkan inovasi terbaru dalam keamanan aplikasi melalui platform terpadu F5 Application Delivery and Security Platform (ADSP).
Langkah ini menjadi respons atas meningkatnya kompleksitas ancaman siber di era kecerdasan buatan (AI) dan perkembangan komputasi kuantum.
Dalam pengumuman di ajang AppWorld, F5 menegaskan pendekatan baru yang menggabungkan perlindungan berbasis AI, akses zero trust, serta kesiapan menghadapi ancaman pascakuantum dalam satu ekosistem.
Platform ini dirancang untuk mengamankan aplikasi dan API di berbagai lingkungan, mulai dari data center hingga hybrid multicloud dan edge.
- Kaspersky Ungkap Coruna, Evolusi Baru Serangan Triangulasi yang Targetkan iPhone dan iOS Terbaru
- Ancaman Siber Kian Masif, ManageEngine Hadirkan Sistem Terpadu Deteksi dan Keamanan Perangkat Kerja
- Trojan GoPix Sebar Iklan Berbahaya via Google Ads, Kaspersky Ungkap 90.000 Upaya Serangan
- Kaspersky Ungkap Modus Baru Serang Developer, Malware Menyamar sebagai Tools AI
Salah satu fokus utama adalah pemanfaatan AI untuk meningkatkan efektivitas keamanan. Melalui fitur seperti AI Remediate, F5 mampu mengotomatiskan proses identifikasi kerentanan hingga penerapan perlindungan secara langsung di lingkungan produksi.
Pendekatan ini dinilai mampu mempercepat respons terhadap ancaman sekaligus mengurangi beban operasional tim keamanan.
Chief Product Officer F5 Kunal Anand menekankan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan keamanan.
“Tim keamanan tidak membutuhkan lebih banyak alarm, tetapi lebih sedikit celah. Platform ini membantu mempercepat identifikasi risiko hingga penerapan perlindungan secara praktis,” ujarnya.
Selain itu, pembaruan pada Distributed Cloud WAF menghadirkan penilaian risiko berbasis AI yang memungkinkan perlindungan otomatis dengan tingkat false positive yang rendah.
Solusi ini juga mengurangi ketergantungan pada konfigurasi manual yang kompleks, terutama bagi organisasi dengan portofolio aplikasi besar.
F5 juga memperluas perlindungan terhadap ancaman baru dari otomatisasi berbasis AI melalui fitur Distributed Cloud Bot Defense.
Teknologi ini mampu membedakan trafik antara manusia, bot, dan agen AI, sehingga hanya interaksi yang tervalidasi yang diizinkan mengakses sistem.
Dalam arsitektur keamanan modern, F5 turut memperkuat pendekatan zero trust melalui pengembangan BIG-IP Zero Trust Access.
Sistem ini memastikan setiap akses diverifikasi berdasarkan identitas dan konteks, sekaligus membatasi potensi pergerakan lateral dalam jaringan.
Langkah ini menjadi semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan organisasi untuk mengelola aplikasi di berbagai lingkungan secara aman dan konsisten.
Tak hanya itu, F5 juga memperkenalkan pendekatan crypto-agile untuk menghadapi era komputasi kuantum.
Dengan dukungan teknologi post-quantum cryptography (PQC), platform ini memungkinkan perusahaan mempersiapkan sistem keamanan jangka panjang tanpa mengganggu infrastruktur yang sudah berjalan.
Pendekatan terpadu ini dinilai sejalan dengan tren industri yang mendorong konsolidasi solusi keamanan dalam satu platform.
Dengan integrasi berbagai fungsi—mulai dari WAF, API security, hingga akses zero trust—organisasi dapat mengurangi kompleksitas sistem sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.









