×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Kaspersky Ungkap Indonesia Jadi Sasaran Utama Serangan Siber Exploit dan RDP di Asia Tenggara

Oleh: Tek ID - Senin, 11 Mei 2026 19:15

Kaspersky mencatat jutaan serangan exploit dan RDP menargetkan perusahaan di Indonesia sepanjang 2025.

Kaspersky Ungkap Indonesia Jadi Sasaran Utama Serangan Siber Ilustrasi serangan siber. dok. Freepik

Kaspersky mengungkap perusahaan-perusahaan di Indonesia menjadi salah satu target utama serangan siber di Asia Tenggara sepanjang 2025. 

Dua metode serangan yang paling banyak digunakan pelaku kejahatan siber adalah exploit dan Remote Desktop Protocol (RDP) attack yang menargetkan jaringan perusahaan.

Berdasarkan laporan terbaru Kaspersky, Indonesia mencatat 932.051 deteksi serangan exploit dan lebih dari 10,5 juta upaya serangan RDP pada sektor bisnis sepanjang tahun lalu. 

Angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat ancaman siber tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Serangan exploit sendiri merupakan metode yang memanfaatkan celah keamanan pada aplikasi maupun sistem operasi yang belum diperbarui untuk mendapatkan akses ilegal ke jaringan perusahaan. 

Sementara serangan RDP dilakukan dengan membobol layanan akses jarak jauh yang umum digunakan perusahaan untuk mengendalikan komputer dan server dari lokasi berbeda.

Kaspersky mencatat total serangan exploit terhadap perusahaan di Asia Tenggara mencapai lebih dari 2,3 juta kasus sepanjang 2025. 

Indonesia menjadi negara dengan jumlah deteksi tertinggi, disusul Vietnam dengan 587.217 kasus dan Malaysia sebanyak 416.962 kasus.

Di sisi lain, ancaman berbasis RDP juga terus meningkat. Sepanjang 2025, solusi keamanan Kaspersky mendeteksi lebih dari 35,2 juta upaya serangan RDP di kawasan Asia Tenggara. Vietnam menjadi negara dengan jumlah tertinggi mencapai 11,4 juta serangan, diikuti Indonesia dengan 10,5 juta insiden dan Thailand sebesar 7,5 juta upaya serangan.

Menurut Kaspersky, tingginya ancaman tersebut sejalan dengan semakin luasnya penggunaan akses jarak jauh dan ekspansi digital perusahaan di kawasan Asia Tenggara.

General Manager ASEAN dan Asia Emerging Countries Kaspersky Simon Tung mengatakan kombinasi serangan exploit dan RDP menunjukkan pola serangan siber kini semakin adaptif dan terencana.

“Penyerang akan terus mencari titik dengan resistensi paling rendah untuk menyusup ke sistem perusahaan. Ini menunjukkan bagaimana serangan kini menjadi lebih terencana dan adaptif,” ujar Simon Tung.

Ia menilai perusahaan tidak lagi cukup hanya mengandalkan perlindungan dasar. 

Organisasi kini membutuhkan sistem keamanan yang mampu mendeteksi ancaman secara real-time dan memantau titik akses secara menyeluruh sebelum serangan berkembang lebih besar.

Selain memanfaatkan celah software, pelaku kejahatan siber juga disebut kerap mengeksploitasi konfigurasi RDP yang lemah atau pencurian kredensial untuk mengambil alih sistem perusahaan tanpa disadari korban.

Kaspersky mengingatkan exploit dapat tersembunyi dalam browser, server, hingga perangkat USB, sementara serangan RDP sering menjadi pintu masuk utama untuk menyebarkan aktivitas berbahaya lanjutan di dalam jaringan perusahaan.

Untuk mengurangi risiko, Kaspersky menyarankan perusahaan rutin memperbarui perangkat lunak, tidak membuka akses desktop jarak jauh ke jaringan publik tanpa perlindungan memadai, menggunakan kata sandi yang kuat, serta menerapkan sistem keamanan endpoint dan intelijen ancaman berbasis AI.

Selain itu, perusahaan juga diminta melakukan pencadangan data secara berkala dan memastikan cadangan data terisolasi dari jaringan utama agar tetap aman jika sewaktu-waktu terjadi serangan siber besar.

×
back to top