×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Kaspersky Dorong Orang Tua Lebih Bijak Bagikan Aktivitas Anak di Internet

Oleh: Tek ID - Jumat, 15 Mei 2026 17:15

Kaspersky mengingatkan risiko sharenting yang dapat membahayakan privasi digital anak di media sosial.

Kaspersky Dorong Orang Tua Bijak Bagikan Aktivitas Anak Ilustrasi aktivitas anak di ranah digital. dok. kaspersky

Kaspersky mengingatkan orang tua untuk lebih waspada terhadap risiko “sharenting”, yaitu kebiasaan membagikan foto, aktivitas, dan informasi pribadi anak di media sosial yang berpotensi membuka celah ancaman privasi digital.

Peringatan tersebut disampaikan berdasarkan penelitian terbaru Kaspersky bersama Singapore Institute of Technology (SIT) yang menemukan orang tua di Asia Pasifik dan Mesir semakin aktif melindungi privasi digital anak-anak mereka, terutama seiring bertambahnya pengalaman mengasuh anak.

Meski berbagi momen keluarga di media sosial dianggap mampu membangun komunitas dan mendokumentasikan kenangan, penelitian tersebut menilai praktik sharenting juga membawa risiko serius seperti profiling, pelacakan, hingga penyalahgunaan informasi pribadi anak di dunia digital.

Studi bertajuk Small Shares, Big Risks: How Parents Assess Threats and Cope with Sharing of Children’s Data itu melibatkan 152 responden dari sembilan negara, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, hingga Mesir.

Penelitian menemukan tingkat kepercayaan diri orang tua menjadi faktor utama dalam menentukan sejauh mana mereka mampu melindungi privasi anak-anak di internet.

Sebagian besar responden mengaku telah berupaya membatasi paparan data pribadi anak secara daring. Sekitar 85 persen orang tua menyatakan menghindari membagikan informasi identitas seperti tanggal lahir, sekolah, dan alamat anak di media sosial.

Selain itu, 84 persen responden mengaku membatasi akses unggahan hanya untuk keluarga dan teman dekat, sementara sekitar 80 persen mulai menghapus izin berbagi ulang atau resharing pada konten yang mereka unggah.

Mayoritas orang tua juga mulai memperhatikan risiko metadata dan geotagging pada foto yang berpotensi membocorkan lokasi anak.

Senior Manager Cyber Safety Education Asia Pasifik Kaspersky Trisha Octaviano mengatakan pengalaman dan naluri protektif orang tua menjadi faktor penting dalam membangun kebiasaan digital yang lebih aman.

“Seiring bertambahnya usia orang tua, mereka menjadi lebih peka terhadap ancaman dan kerentanan, baik daring maupun luring, sehingga lebih proaktif dalam melindungi anak-anak mereka,” ujar Trisha.

Penelitian juga menemukan adanya perbedaan perilaku berdasarkan gender. Ibu disebut cenderung lebih hati-hati dalam membagikan konten anak di media sosial dan lebih yakin terhadap efektivitas langkah perlindungan privasi digital.

Menurut penelitian tersebut, naluri protektif ibu di dunia nyata turut terbawa ke ruang digital sehingga menghasilkan perilaku berbagi yang lebih aman.

Wakil Direktur Academy of Learning and Teaching SIT Jiow Hee Jhee mengatakan banyak orang tua belum menyadari unggahan sederhana di media sosial dapat meninggalkan jejak digital jangka panjang bagi anak.

“Melindungi jejak digital anak dimulai dari pilihan kecil yang dibuat orang tua setiap hari,” ujar Jiow Hee Jhee.

Untuk mengurangi risiko sharenting, Kaspersky menyarankan orang tua secara rutin memeriksa pengaturan privasi media sosial, menghindari unggahan yang mengungkap lokasi anak, menghapus metadata foto, serta lebih selektif membagikan informasi keluarga secara daring.

Kaspersky juga mendorong orang tua aktif memantau aktivitas digital anak dan menggunakan fitur parental control untuk membantu menjaga keamanan ruang digital keluarga.

×
back to top